REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Sebagai sesama pendiri gerakan non-blok, Indonesia dengan Yugoslavia yang kemudian terbagi menjadi Serbia dan salah satunya Bosnia dan Herzegovina, dalam sejarahnya memiliki hubungan yang dekat. Beragam kesamaan dan kedekatan secara historis hingga saat ini tetap terjalin.
Untuk mempererat hubuhgan kedua negara ini, Duta Besar Bosnia, mengunjungi Indonesia. Dubes Bosnia diterima oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon.
Fadli Zon pada kesempatan itu menyampaikan, wujud solidaritas masyarakat Indonesia pada zaman Presiden Soeharto, membuat sebuah Masjid terbesar di Sarajevo yaitu Masjid Istiqlal Sarajevo yang biasa disebut juga Masjid Indonesia di Bosnia, ketika mengalami masa perang di awal tahun 1990-an.
Baca Juga: Peduli Afganistan, Indonesia Kirimkan Bantuan 10 Juta Dosis Vaksin Polio
Fadli Zon mengungkapkan pihaknya tak ingin berhenti sampai disitu. Pihaknya menyatakan ingin semakin meningkatkan hubungan yang lebih baik lagi dengan Parlemen Bosnia, meski juga telah memiliki adanya grup kerjasama bilateral antara kedua Parlemen. Utamanya, dalam hal kunjungan wisatawan dan kemudahan visa.
“Mereka ingin disampaikan oleh Duta Besar semakin banyak orang Indonesia yang mengunjungi Bosnia,karena cukup banyak situs-situs yang penting disana dan bersejarah karena dahulu Bosnia juga bagian dari Imperium Ottoman yaitu Kesultanan Utsmaniyah. Jadi mereka berharap makin banyak kunjungan,” ujar Fadli usai menerima courtesy call Dubes Bosnia-Herzegovina untuk Indonesia Armin Limo di Ruang Delegasi DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Maka, Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut mengusulkan kepada Dubes Bosnia agar diperlukan juga adanya upaya kemudahan di dalam visa atau bebas visa bagi wisatawan Indonesia.
Baca Juga: Jawabi Isu Dugaan Penggelembungan Suara, Muzani: Semua Partai Peserta Pemilu Saling Tuduh
“Itu akan membuat orang lebih mudah untuk menjangkau kesana. Kita sudah ada kunjungan-kunjungan official dan mereka ingin ini akan lebih banyak lagi ke depan sehingga menjadi jembatan hubungan kedua negara melalui Parlemen,” kata Fadli Zon.
Masjid Istiklal di Bosnia
Dilansir melalui Masjid.net, Bosnia dan Herzegovina, negeri muslim Eropa di bekas negara federasi Yugoslavia yang berhaluan komunis. Sebelum tahun 1995 namanya nyaris tak terdengar di telinga kaum muslimin sedunia termasuk di Indonesia. Perang dan pembantaian etnis Muslim oleh Serbia di tahun 1995, mengangkat nama Bosnia Herzegovina ke dunia internasional dan menyadarkan muslim sedunia akan kehadiran saudara sesama muslim di semenanjung Balkan itu yang sudah sekian lama hidup dibawah tekanan.
Pasca perang, negeri ini mulai berbenah dan menata diri. Indonesia menorehkan sejarah tersendiri di negeri nya Alija Izetbegovik ini. Di kota Sarajevo, ibukota Bosnia dan Herzegovina kini berdiri megah Masjid Istiklal yang dibangun atas biaya dari para dermawan muslim Indonesia, rakyat, pejabat dan pemerintah Indonesia. Menjadi lambang persahabatan dua negara.
Artikel Terkait
Sambut Ramadan, DKM Masjid Baiturrahman dengan P3S Khataman Al-Quran