REPORTASENTT.COM- Jenderal tinggi Israel mengatakan negaranya akan merespons serangan rudal dan pesawat tak berawak Iran, namun masih belum jelas bentuk respons apa yang akan diambil dan apakah respons tersebut akan begitu kuat sehingga dapat mengubah spiral kekerasan menjadi perang regional skala penuh.
Para pejabat AS mengatakan pada hari Senin bahwa beberapa bentuk balasan terhadap serangan Iran, yang melibatkan lebih dari 300 rudal dan drone, hampir tidak dapat dihindari, namun pemerintahan Biden masih berharap itu akan menjadi serangan balasan terbatas dan tidak ditujukan ke wilayah Iran.
Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel, Letjen Herzi Halevi, sejauh ini memberikan konfirmasi paling jelas sejak serangan itu bahwa Israel akan membalas.
Peluncuran begitu banyak rudal, rudal jelajah, dan drone ke wilayah Israel akan ditanggapi dengan baik,” kata Halevi, berbicara dari pangkalan angkatan udara Nevatim di Israel selatan, yang mengalami kerusakan ringan akibat serangan itu.
Kabinet perang Israel bertemu untuk keempat kalinya dalam dua hari terakhir pada Senin sore, ketika perdana menteri, Benjamin Netanyahu, menteri pertahanannya, Yoav Gallant, dan Benny Gantz, mantan menteri pertahanan dan saingan Netanyahu yang berhaluan tengah, kembali membahas bagaimana cara berjalan, tali tegang antara eskalasi dan pencegahan.
“Kami menghormati keputusan yang harus dibuat oleh kabinet perang, perdana menteri. Kami tahu bahwa mereka tinggal di lingkungan yang sangat sulit,” kata juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby, kepada CNN pada hari Senin.
Baca Juga: Sistem Pendidikan: Korelasi dan Kolaborasi Antara Merdeka Belajar dan Sekolah Ramah Anak
Namun dia menambahkan bahwa sikap Joe Biden juga sudah sangat jelas tidak menginginkan perang dengan Iran.
AS sendiri juga kata dia tidak berupaya memperluas dan memperluas konflik ini serta tidak menginginkan melihat hal-hal meningkat.
Berbagai opsi dibahas dalam pertemuan yang berlangsung beberapa jam, menurut laporan Channel N12 News Israel, yang akan menunjukkan bahwa tindakan Iran telah melewati garis merah tanpa memicu respons yang lebih besar, seperti yang diancam oleh Teheran.
Artikel Terkait
Nasib Media Al Jazeera Ditengah Ancaman Keamanan Saat Israel Sahkan UU Baru, Jubir Gedung Putih Angkat Bicara
Alasan Israel Menarik Pasukan dari Gaza Selatan, Setelah Empat Bulan Pertempuran di Khan Younis
Dikecam Presiden AS, Nasib Perdana Menteri Israel Terisolasi di Dalam dan Luar Negeri
Diserang Iran, Pasukan Israel Masih Pertimbangkan untuk Bertindak
Amerika Serikat Tegaskan Dukung Israel, Namun tidak Berperang dengan Iran