REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Koordinator lapangan Niko Tokan menyesali adanya provokator dalam aksi damai yang dilakukan oleh aliansi Cipayung, PMKRI Cabang Larantuka dan GMNI Flores Timur.
Dalam aksi yang digelar pada, Selasa (16/4/2024), di halaman kantor Bupati Flores Timur, Cipayung Flotim mendesak agar hasil audit maternal perinatal segera di sampaikan ke publik.
Karena menurut mereka, keluarga almarhum juga ingin mengetahui hasil tersebut.
Baca Juga: Sistem Pendidikan: Korelasi dan Kolaborasi Antara Merdeka Belajar dan Sekolah Ramah Anak
"Sangat disayangkan, tindakan provokasi yang dilakukan oleh kuat dugaan suruhan dari Penjabat Bupati," kata Niko Tokan kepada Reportase NTT.
Padahal tambah Niko, niat masa aksi datang dengan baik-baik.
Dikatakannya, tuntutan Cipayung dalam aksi itu adalah meminta penjabat Bupati Flotim turun menemui mereka untuk memberi keterangan resmi terkait hasil audit yang saat ini kata dia, sudah dikantongi pihak terkait.
Oknum Provokator Tak Dikenal
Dalam aksi tersebut juga, masa aksi membakar ban karena ingin menagih hasil audit atas meninggalnya salah seorang ibu dan bayi pada saat melahirkan di RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka pada Sabtu 16 Maret 2024 lalu, oleh pihak RSUD melalui Pemerintah kabupaten Flores Timur.
Massa aksi yang membakar ban itu berteriak-teriak menyerukan tuntutan demonstrasi.
Pada tuntutan mereka lainnya adalah meminta Penjabat Bupati Flores Timur untuk menemui mereka.
Artikel Terkait
Terduga Pelaku Pencurian Handphone di Ngada Dibekuk Polisi
Polisi dan BNN Provinsi Sulawesi Utara SidakĀ Lapas Tuminting
Polisi Gadungan di Kupang Ditangkap Usai Aniaya Pacar, Tak Mengelak Saat Dibekuk Unit Jatanras
Polisi Selidiki Kecelakaan Maut di KM 58 Tol Jakarta- Cikampek
Polisi Masih Dalami Penyebab Kecelakaan di Jalur KM 58 Tol Jakarta- Cikampek