PM Singapura Janjikan Akan Usut Tuntas Tragedi Turbulensi Parah dalam Penerbangan Singapore Airlines dari London

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Rabu, 22 Mei 2024 | 22:44 WIB
Mobil ambulance saat sedang mengevakuasi para korban.
Mobil ambulance saat sedang mengevakuasi para korban.
 
REPORTASENTT.COM- Perdana Menteri Singapura telah menjanjikan penyelidikan menyeluruh  setelah seorang penumpang Inggris meninggal dan 20 orang memerlukan perawatan intensif setelah terjadi turbulensi parah pada penerbangan Singapore Airlines dari London.

Mengonfirmasi bahwa 131 penumpang dan 12 awak telah tiba di Singapura dengan pesawat berbeda, Lawrence Wong menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Geoffrey Kitchen yang berusia 73 tahun , yang meninggal.
 
Menurut pihak berwenang di Thailand, di mana penerbangan Singapore Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat, Kitchen menderita penyakit jantung dan kemungkinan terkena serangan jantung.
 
 
“Saya juga berharap dan berdoa agar mereka yang terluka segera pulih dan kembali ke rumah,” kata Wong .

Tujuh puluh satu orang yang terluka dirawat di rumah sakit Samitivej Srinakarin di Bangkok, termasuk 20 penumpang yang berada dalam perawatan intensif.
 
Sembilan orang menjalani operasi, sementara lima lainnya sedang menunggu operasi.
 
 
Penerbangan Singapore Airlines SQ321, dari Heathrow ke Singapura, mengalami turbulensi ekstrim yang tiba-tiba saat terbang di atas Cekungan Irrawaddy Myanmar, 10 jam perjalanannya pada hari Selasa.
 
Kekuatan turbulensi membuat penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman dan awak pesawat terlempar ke langit-langit, dan menyebabkan barang-barang terlempar ke sekitar kabin.

Para penumpang menggambarkan bagaimana insiden itu terjadi hampir dalam sekejap, dan hanya ada sedikit waktu untuk merespons peringatan sabuk pengaman.
 
 
Banyak dari mereka yang terluka menderita luka di kepala.
 
Pesawat yang membawa 211 penumpang dan 18 awak itu dialihkan setelah pilot menyatakan darurat medis dan mendarat di Bangkok pada pukul 15.45 waktu setempat pada hari Selasa.
 
Tim medis bergegas ke pesawat untuk merawat korban luka paling parah, membawa mereka dengan brankar menuju ambulans.
 
Baca Juga: Berhasil Tingkatkan Kepuasan Masyarakat saat Mudik Lebaran, Uskup Agung Jakarta Apresiasi Polri 

Wong mengaku lega mendengar 143 penumpang dan awak pesawat telah mendarat dengan selamat di Singapura pada hari Rabu. Kerabat menyambut mereka dengan pelukan di bandara Changi, Agence France-Presse melaporkan.

Kepala eksekutif Singapore Airlines, Goh Choon Phong, mengatakan dalam pesan video bahwa dia menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari almarhum.
 
Maskapai ini mengatakan pihaknya sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang.
 
Baca Juga: Penyebar Hoax Beras Beracun Dibekuk Dit Reskrimsus Polda Kalimantan Selatan

Petugas dari Biro Investigasi Keselamatan Transportasi Singapura tiba di Bangkok pada Selasa malam, kata Menteri Transportasi Singapura, Chee Hong Tat, dalam sebuah pernyataan.

“Karena insiden ini melibatkan pesawat Boeing 777-300ER, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat mengirimkan perwakilan terakreditasi dan empat penasihat teknis untuk mendukung penyelidikan,” tambahnya.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X