Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus di Timor- Leste: Menyusuri Jejak Spiritual di Negeri 'Pusat Injil

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Rabu, 11 September 2024 | 17:33 WIB
Ratusan ribu umat tumpah rua menyambut Paus Fransiskus di Timor-Leste.  (Foto/ net)
Ratusan ribu umat tumpah rua menyambut Paus Fransiskus di Timor-Leste. (Foto/ net)

 

 

REPORTASENTT.COM- Timor-Leste adalah negara yang masih sangat muda, karena baru menjadi negara merdeka pada tahun 2002.

Dan benar, sungguh mengejutkan bagi seorang Eropa melihat begitu banyak anak-anak dan kaum muda di jalan, sesuatu yang jelas tidak luput dari perhatian Paus Fransiskus yang mengemukakan harapan yang dibawa oleh kenyataan seperti itu dalam Misa pada Selasa sore.

"Betapa hebatnya di sini, di Timor-Leste, ada begitu banyak anak-anak.Sesungguhnya, kalian adalah negara muda, dan kami dapat melihat setiap sudut tanah kalian penuh dengan kehidupan," katanya dalam khotbahnya.

 

Baca Juga: Benarkah SDM di TVRI  dan RRI  Kurang Berkualitas? Anggota Komisi I DPR RI Beri Peringatan Keras!

Misa tersebut merupakan puncak kunjungan Paus ke negara yang mayoritas beragama Katolik ini, di mana sekitar 600.000 orang berkumpul di Lapangan Tasitolu, tempat yang sama di mana Paus St. Yohanes Paulus II merayakan Misa pada tahun 1989 ketika negara tersebut berada di bawah kendali Indonesia.

Sungguh menakjubkan melihat lautan payung kuning dan putih, warna Vatikan, yang dipegang oleh umat beriman untuk melindungi diri dari terik matahari yang tak terik.

Sebelumnya pada hari itu, Paus berjalan menyusuri melalui kota Dili, di mana ribuan orang memadati rute untuk melihatnya melambaikan bendera dan meneriakkan “Viva Papa”.

Baca Juga: Mengapa Polisi Tegas Melarang ASN dan Kepala Sekolah Terlibat Pungli? Ini Imbauannya!

Banyak yang menangis karena kegembiraan dan emosi.

Pertama, ia mengunjungi sebuah pusat yang dikelola oleh para Suster misionaris untuk anak-anak cacat. 

Kemudian ia pergi ke Katedral Maria Dikandung Tanpa Noda untuk menyapa para uskup, pendeta, dan pendeta serta untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada banyak misionaris yang peduli terhadap yang paling lemah dan yang kecil.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X