Presiden AS Terlama Berkuasa, Jimmy Carter, Tutup Usia di 100 Tahun:  Warisan Perdamaian dan Hak Asasi yang Tak Terlupakan

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Senin, 30 Desember 2024 | 07:57 WIB
James Earl Carter, Jr. (1 Oktober 1924 – 29 Desember 2024) adalah Presiden Amerika Serikat ke-39 (1977–1981). (Foto Wikipedia/ desain template by Reportase NTT )
James Earl Carter, Jr. (1 Oktober 1924 – 29 Desember 2024) adalah Presiden Amerika Serikat ke-39 (1977–1981). (Foto Wikipedia/ desain template by Reportase NTT )

REPORTASENTT.COM ,WDC- Jimmy Carter, presiden ke-39 Amerika Serikat yang dikenal sebagai pendorong perdamaian Timur Tengah dan advokat hak asasi manusia, meninggal dunia pada usia 100 tahun. Kabar duka ini diumumkan pada Minggu oleh pihak keluarga.

“Ayah saya adalah pahlawan bagi kami dan dunia, simbol perdamaian, hak asasi manusia, dan cinta tanpa pamrih,” ujar Chip Carter, putra almarhum, dalam pernyataannya.

Carter, seorang Demokrat dari Georgia, hanya menjabat satu periode dari 1977 hingga 1981.
 
 
Meskipun kalah dalam pemilihan presiden kedua dari Ronald Reagan, Carter mencatat sejarah sebagai presiden terlama yang pernah hidup dan seorang tokoh berpengaruh setelah masa jabatannya.
 
Ia menerima Nobel Perdamaian pada 2002 atas dedikasinya pada hak asasi manusia dan penyelesaian konflik global.

Kepresidenan Carter berawal dengan optimisme tinggi, terutama setelah skandal Watergate.
 
 
Ia berhasil mencatat keberhasilan diplomatik seperti Perjanjian Camp David yang menghasilkan perdamaian antara Mesir dan Israel pada 1978.
 
Namun, periode tersebut juga diwarnai tantangan besar, termasuk krisis energi, inflasi tinggi, dan krisis sandera Iran.

Upaya Carter di bidang energi alternatif sempat menarik perhatian, termasuk pemasangan panel surya di Gedung Putih yang kemudian dilepas oleh penggantinya, Reagan.
 
Baca Juga: Tragedi Hilangnya Guru Honorer: Ditemukan Tewas di Perairan Ketapang Setelah Dua Hari Mencari

Setelah meninggalkan Gedung Putih, Carter mendirikan Carter Center di Atlanta, yang berfokus pada pengawasan pemilu, bantuan kesehatan global, dan penyelesaian konflik.
 
Pusat ini berhasil mengurangi angka penyakit seperti cacing Guinea dan trachoma di berbagai negara.

Ia juga aktif dalam proyek perumahan bagi kaum miskin melalui Habitat for Humanity, menunjukkan komitmennya terhadap pelayanan masyarakat hingga akhir hayat.
 
Baca Juga: Empat Basilika Kepausan di Roma: Ikon Ziarah dan Sejarah Kekristenan yang Wajib Anda Ketahui!

Carter lahir di Plains, Georgia, pada 1 Oktober 1924. Sebelum terjun ke dunia politik, ia merupakan perwira Angkatan Laut dan petani kacang tanah.
 
Ia menikah dengan Rosalynn Carter pada 1946, yang juga dikenal sebagai mitra setianya dalam aktivitas sosial dan politik.
 
Rosalynn meninggal pada November 2023, hanya beberapa bulan sebelum kepergian Carter.
 

Carter meninggalkan empat anak, 11 cucu, dan banyak kenangan sebagai sosok yang terus memperjuangkan perdamaian dan keadilan.

Upacara penghormatan untuk Jimmy Carter akan digelar di Atlanta dan Washington, D.C., sebelum pemakaman tertutup di kampung halamannya di Plains, Georgia.
 
Rencana lengkap pemakaman kenegaraan masih dalam tahap penyusunan.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X