REPORTASENTT.COM, VATIKAN- Empat basilika kepausan utama di Roma menjadi simbol kekayaan sejarah dan keagungan spiritual Kekristenan. Basilika Santo Petrus di Vatikan, Basilika Santo Yohanes Lateran, Basilika Santa Maria Maggiore, dan Basilika Santo Paulus di Luar Tembok adalah tempat ibadah megah yang memiliki peran sentral dalam tradisi Katolik.
Selama tahun Yubelium, pintu-pintu suci di basilika ini dibuka oleh Paus dan tetap terbuka sepanjang tahun sebagai simbol kasih karunia dan pengampunan.
Basilika Santo Petrus – Vatikan
Basilika Santo Petrus berdiri megah di titik tertinggi Bukit Vatikan, tempat tradisional makam Rasul Petrus.
Pada abad ke-4, Kaisar Konstantinus membangun basilika pertama di lokasi ini.
Selama Abad Pertengahan, tempat ini menjadi tujuan utama ziarah dunia Barat.
Pada tahun 1506, Paus Julius II memulai pembangunan basilika baru yang dirancang lebih megah.
Pembangunan dan dekorasi basilika ini melibatkan seniman besar seperti Bramante, Raphael, Michelangelo, dan Bernini. Interior yang memukau, dirampungkan oleh Bernini pada tahun 1629, tetap menjadi daya tarik utama hingga kini.
Pembangunan dan dekorasi basilika ini melibatkan seniman besar seperti Bramante, Raphael, Michelangelo, dan Bernini. Interior yang memukau, dirampungkan oleh Bernini pada tahun 1629, tetap menjadi daya tarik utama hingga kini.
Basilika ini adalah salah satu tempat paling dihormati dalam tradisi Katolik dan simbol universal Gereja.
Baca Juga: Bawaslu Desak Sentra Gakkumdu Rumuskan Kembali Hukum Acara Pemilu dan Pilkada
Basilika Santo Yohanes Lateran
Basilika Santo Yohanes Lateran
Terletak di Bukit Caelian, Basilika Santo Yohanes Lateran adalah basilika kepausan tertua.
Kaisar Konstantinus memberikan tanah keluarga Lateran kepada Gereja setelah Dekret Milan tahun 313, yang memberikan kebebasan beribadah kepada umat Kristen.
Paus Sylvester I mentahbiskan basilika ini pada tahun 324, menjadikannya pusat kehidupan Gereja hingga abad ke-14.
Baca Juga: KPK Terima 15.516 Laporan Gratifikasi Senilai Rp88,39 Miliar, Ini yang Terjadi dengan Uang Rakyat!
Basilika ini didedikasikan kepada Sang Juru Selamat Mahakudus, Santo Yohanes Pembaptis, dan Santo Yohanes Penginjil.
Basilika ini didedikasikan kepada Sang Juru Selamat Mahakudus, Santo Yohanes Pembaptis, dan Santo Yohanes Penginjil.
Meskipun pusat kepausan pindah ke Vatikan setelah kepulangan Paus dari Avignon, basilika ini tetap menjadi "ibu dan kepala" dari semua gereja di dunia.
Basilika Santa Maria Maggiore
Basilika Santa Maria Maggiore adalah gereja Maria tertua dan terpenting di Barat, yang mempertahankan penampilan awal Kristen.
Menurut tradisi, Perawan Maria menampakkan diri dalam mimpi kepada Paus Liberius dan Patrician John, meminta mereka membangun gereja di tempat di mana salju akan turun.
Keajaiban ini terjadi pada 5 Agustus 358 di Bukit Esquiline.
Baca Juga: Kapolres Ende Lakukan Sidak ke Pos Pam Simpang Lima dalam Operasi Lilin Turangga 2024
Ikon Maria “Salus Populi Romani”, yang dipercaya dilukis oleh Santo Lukas, menjadi pusat devosi di basilika ini.
Ikon Maria “Salus Populi Romani”, yang dipercaya dilukis oleh Santo Lukas, menjadi pusat devosi di basilika ini.
Relik palungan suci di bawah altar mengingatkan peran basilika sebagai "Betlehem Barat," tempat Misa Natal pertama dirayakan.
Selain itu, tujuh paus dimakamkan di basilika ini.
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok dibangun di atas makam Rasul Paulus.
Basilika pertama didirikan oleh Kaisar Konstantinus setelah Dekret Milan tahun 313.
Namun, arus peziarah yang meningkat memaksa pembangunan basilika yang lebih besar pada abad ke-5 oleh tiga kaisar Romawi.
Baca Juga: Tujuh Motor Ditilang di Kupang, RX KING Dominasi, Sidang Digelar Februari 2025
Interior basilika ini dihiasi dengan rantai yang dipercaya mengikat Rasul Paulus selama ia dipenjara.
Interior basilika ini dihiasi dengan rantai yang dipercaya mengikat Rasul Paulus selama ia dipenjara.
Pada tahun 1854, Paus Pius IX meresmikan basilika monumental ini, yang tetap menjadi tempat ziarah penting bagi umat Katolik.
Ziarah Tujuh Gereja: Tradisi Abadi
Ziarah ke Tujuh Gereja, yang dipopulerkan oleh Santo Filipus Neri pada abad ke-16, tetap menjadi salah satu tradisi paling ikonik di Roma. Rute sepanjang 25 kilometer ini mencakup empat basilika kepausan utama serta Basilika Santo Sebastianus di Luar Tembok, Basilika Salib Suci di Yerusalem, dan Basilika Santo Laurensius di Luar Tembok.
Artikel Terkait
Lanal Labuan Bajo Gagalkan Peredaran 2.100 Liter Miras Ilegal Jenis Sopi di Pelabuhan Wae Kelambu
KPK Terima 15.516 Laporan Gratifikasi Senilai Rp88,39 Miliar, Ini yang Terjadi dengan Uang Rakyat!
Bawaslu Desak Sentra Gakkumdu Rumuskan Kembali Hukum Acara Pemilu dan Pilkada
Skandal Timah: Vonis Terdakwa HM Lebih Ringan, Publik Bertanya- tanya!
Delapan Anggota OPM Berserta Keluarga Kembali ke Pangkuan NKRI