REPORTASENTT.COM, PAPUA- Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 501/BY kembali menorehkan prestasi dengan berhasil menurunkan delapan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap IV/Sorong Raya, beserta keluarga mereka.
Langkah ini menjadi tonggak penting setelah sebelumnya, pada pertengahan bulan ini, tiga simpatisan OPM juga menyerahkan diri.
Keberhasilan ini dicapai melalui komunikasi intensif yang dijalin oleh anggota Satgas Yonif 501/BY dengan para anggota OPM yang masih bertahan di hutan.
Keberhasilan ini dicapai melalui komunikasi intensif yang dijalin oleh anggota Satgas Yonif 501/BY dengan para anggota OPM yang masih bertahan di hutan.
Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian operasi yang dilakukan di wilayah Distrik Aifat Selatan, Fuog Komplek, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
Operasi yang dimulai pada 15 Desember 2024 telah menunjukkan hasil positif.
Operasi yang dimulai pada 15 Desember 2024 telah menunjukkan hasil positif.
Tiga simpatisan OPM yang sebelumnya menyerah memainkan peran signifikan dalam mendorong rekan-rekan mereka untuk mengikuti jejak yang sama.
Baca Juga: Bawaslu Desak Sentra Gakkumdu Rumuskan Kembali Hukum Acara Pemilu dan Pilkada
“Mereka menjalin komunikasi dengan kelompok OPM yang masih bertahan di hutan dan menyampaikan pesan perdamaian yang kami bawa. Pendekatan humanis menjadi kunci keberhasilan kami dalam menciptakan kedekatan dan kepercayaan,” ujar Letkol Inf Yakhya Wisnu Ariyanto, Komandan Satgas Yonif 501/BY.
Letkol Yakhya menambahkan bahwa Satgas Yonif 501/BY tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan dukungan terhadap pembangunan dan perdamaian di Papua.
Keberhasilan ini disambut positif oleh aparat pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
“Mereka menjalin komunikasi dengan kelompok OPM yang masih bertahan di hutan dan menyampaikan pesan perdamaian yang kami bawa. Pendekatan humanis menjadi kunci keberhasilan kami dalam menciptakan kedekatan dan kepercayaan,” ujar Letkol Inf Yakhya Wisnu Ariyanto, Komandan Satgas Yonif 501/BY.
Letkol Yakhya menambahkan bahwa Satgas Yonif 501/BY tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan dukungan terhadap pembangunan dan perdamaian di Papua.
Keberhasilan ini disambut positif oleh aparat pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Baca Juga: KPK Terima 15.516 Laporan Gratifikasi Senilai Rp88,39 Miliar, Ini yang Terjadi dengan Uang Rakyat!
Pendekatan humanis yang diterapkan Satgas Yonif 501/BY dinilai berdampak besar dalam menciptakan suasana damai di wilayah Papua.
“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari operasi kami yang mengutamakan komunikasi dan pendekatan humanis. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kedamaian dan mendukung Papua menuju masa depan yang lebih sejahtera,” tambah Letkol Yakhya.
Dilansir dari laman Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI), Jumat (27/12/2024), delapan anggota OPM yang menyerahkan diri kali ini, termasuk istri dan anak-anak mereka, menyatakan tekad untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari operasi kami yang mengutamakan komunikasi dan pendekatan humanis. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kedamaian dan mendukung Papua menuju masa depan yang lebih sejahtera,” tambah Letkol Yakhya.
Dilansir dari laman Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI), Jumat (27/12/2024), delapan anggota OPM yang menyerahkan diri kali ini, termasuk istri dan anak-anak mereka, menyatakan tekad untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: Tujuh Motor Ditilang di Kupang, RX KING Dominasi, Sidang Digelar Februari 2025
Dengan semakin banyaknya anggota OPM yang menyerah, diharapkan proses rekonsiliasi dan pembangunan di Papua dapat terus berlangsung dengan baik.
Dengan semakin banyaknya anggota OPM yang menyerah, diharapkan proses rekonsiliasi dan pembangunan di Papua dapat terus berlangsung dengan baik.
Satgas Yonif 501/BY berkomitmen untuk melanjutkan misi menjaga keamanan dan perdamaian, sekaligus mendukung Papua menuju masa depan yang damai dan sejahtera.
Artikel Terkait
Arne Slot Puji Trio Pemain Liverpool Meski Ada Spekulasi Kontrak
Lanal Labuan Bajo Gagalkan Peredaran 2.100 Liter Miras Ilegal Jenis Sopi di Pelabuhan Wae Kelambu
KPK Terima 15.516 Laporan Gratifikasi Senilai Rp88,39 Miliar, Ini yang Terjadi dengan Uang Rakyat!
Bawaslu Desak Sentra Gakkumdu Rumuskan Kembali Hukum Acara Pemilu dan Pilkada
Skandal Timah: Vonis Terdakwa HM Lebih Ringan, Publik Bertanya- tanya!