REPORTASENTT.COM, Washington, D.C- Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, melalui cuitannya di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), mengatakan Israel akan menyerahkan kendali Jalur Gaza kepada Amerika Serikat setelah pertempuran di wilayah tersebut berakhir.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi beragam dari berbagai pihak.
Dalam cuitannya, Trump juga menyebut bahwa warga Palestina, termasuk mereka yang memiliki latar belakang seperti Senator AS Chuck Schumer, akan direlokasi ke komunitas yang lebih aman dan modern di wilayah tersebut.
Baca Juga: Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Razman Nasution Ricuh, Hotman Paris Dievakuasi
Ia menambahkan, mereka akan memiliki kesempatan untuk hidup dengan lebih bahagia, aman, dan bebas.
“AS, yang bekerja sama dengan tim-tim pembangunan dari seluruh dunia, akan perlahan-lahan dan hati-hati memulai pembangunan yang akan menjadi salah satu yang terbesar dan paling spektakuler dari jenisnya di Bumi. Tidak diperlukan tentara AS! Stabilitas untuk wilayah tersebut akan berkuasa!!!” tulis Trump dalam cuitannya.
Pernyataan ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai rencana Amerika Serikat dalam menangani konflik di Gaza, yang selama ini menjadi pusat ketegangan antara Israel dan kelompok Hamas.
Rencana ini telah memicu reaksi keras dari komunitas internasional.
Banyak pihak mengkritik proposal tersebut karena dianggap melanggar hukum internasional terkait pemindahan paksa penduduk dan berpotensi menimbulkan ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.
Beberapa negara Arab serta sekutu Eropa Amerika Serikat juga menyatakan keprihatinan mereka terhadap implikasi dari rencana tersebut.
Artikel Terkait
Sah Ditetapkan sebagai Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen Komit Wujudkan Pemerintahan yang Transformatif dan Partisipatif
Anggaran Kemendikdasmen Dipangkas Rp 8 Triliun, Bagaimana Dampaknya Terhadap Pendidikan di Indonesia?
Barcelona Dominasi Valencia 5-0, Torres Cetak Hattrick di Copa del Rey
Kerja Sama Kuat untuk Hapus Pungli di NTT: Kepala Ombudsman dan Satgas Saber Pungli Bersatu, Tindak Tegas Pungutan Liar!
Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Razman Nasution Ricuh, Hotman Paris Dievakuasi