mancanegara

Mikrofon Mati, Sidang PBB Tersendat Saat Palestina Dibahas

Rabu, 24 September 2025 | 06:01 WIB
Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato di forum PBB. (Foto fanpage facebook @prabowosubianto)


REPORTASENTT.COM, NEW YORK- Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa, 23 September 2025, diwarnai insiden tak lazim. Mikrofon mati berulang kali justru ketika isu Palestina mencuat di podium utama.
 


Gangguan itu bukan menimpa satu, melainkan tiga kepala pemerintahan: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
 
 
 
Ketiganya tengah melontarkan pesan keras soal Palestina—dari pengakuan kedaulatan hingga janji mengirim pasukan penjaga perdamaian.
 
 
 
 Baca Juga: Korupsi Pembangunan Dermaga Wisata Gua Rangko di Manggarai Barat, Polisi Blokir Aset Tersangka  
 


Suasana sidang sempat canggung. Delegasi bingung. Penerjemah mengeluh tak mendengar suara Erdogan yang sedang mengecam Israel.
 
 
 
 
 
Mikrofon mendadak senyap saat Prabowo menyinggung rencana mengirim pasukan perdamaian ke Gaza.
 
 
 
 
 
Carney, yang baru saja mengumumkan pengakuan resmi Kanada terhadap Palestina, tak bisa melanjutkan kalimat berikutnya.
 
 
 
 
 
 Baca Juga: Soal Rehab Ruangan, Warga Ancam Tutup Sekolah di Ende
 


“Pengakuan itu sudah terdengar lantang, bahkan jika mikrofonnya tidak bersuara,” komentar seorang delegasi, seperti dikutip TRT World.
 
 


Dugaan Sabotase Mengemuka

Rangkaian gangguan teknis ini sontak memantik dugaan adanya sabotase.
 
 
Terlebih, insiden hanya terjadi saat pidato bernuansa pro-Palestina berkumandang.
 
 
Beberapa pengamat menyebut momen ini janggal, mengingat sensitivitas isu Gaza di forum dunia.
 
 
 Baca Juga: Jambret Wanita Disabilitas di Kupang, Residivis RHYK Dibekuk Tim Serigala
 
 


Namun, pihak PBB buru-buru meredam kecurigaan. Staf teknis menyatakan gangguan hanyalah kendala peralatan.
 
 
“Tidak ada indikasi sabotase,” tulis pernyataan resmi.

Kementerian Luar Negeri RI juga ikut menanggapi.
 
 
 
 Baca Juga: Bayi Laki-laki Ditemukan Meninggal di Tumpukan Sampah Kota Kupang
 
 
 
Direktur Informasi Media, Hartyo Harkomoyo, menyebut kebijakan internal PBB memang membatasi durasi bicara.
 
 
“Apabila pidato lebih dari lima menit, maka mic akan dimatikan,” ujarnya.

Meski mikrofon sempat redup, pesan politik tetap bergema. Erdogan menegaskan pengakuan atas negara Palestina.
 
 
 Baca Juga: Janji Bergizi, Realita Keracunan: DPR Desak BGN Libatkan Sekolah
 
 
 
 
Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia menyediakan pasukan perdamaian.
 
 
Carney mengumumkan langkah bersejarah: Kanada resmi mengakui Palestina.

Semua itu terjadi dalam forum Sidang Majelis Umum ke-80 yang digagas Prancis dan Arab Saudi, dengan agenda utama membahas Gaza dan solusi dua negara.
 
 
 
Baca Juga: Operasi Rokok Ilegal: Menkeu Purbaya Bidik Marketplace, Warung, hingga Oknum Bea Cukai

Gangguan teknis mungkin bisa menahan suara, tetapi tidak sanggup meredam gema politiknya.


Tags

Terkini