REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi melantik 481 kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024 di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025).
Para kepala daerah hadir mengenakan Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB) dan sebelumnya berkumpul di kawasan Monas sebagai titik keberangkatan menuju Istana Negara.
Para kepala daerah hadir mengenakan Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB) dan sebelumnya berkumpul di kawasan Monas sebagai titik keberangkatan menuju Istana Negara.
Salah satu kepala daerah yang dilantik adalah Gubernur Sumatera Utara terpilih, Bobby Nasution, yang tampak menyapa awak media dengan senyum.
Baca Juga: Di Istana Negara, Prabowo Tegaskan Pesan Kuat untuk Kepala Daerah yang Baru Dilantik
"Senang," ujar Bobby singkat kepada media di Monas, Jakarta.
Namun, di sisi lain momen pelantikan tersebut, terdapat dinamika lain di ibu kota.
"Senang," ujar Bobby singkat kepada media di Monas, Jakarta.
Namun, di sisi lain momen pelantikan tersebut, terdapat dinamika lain di ibu kota.
Perhimpunan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi bertajuk ‘Indonesia Gelap’ di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Polisi Bongkar Sindikat Pencuri di Ende: Uang Raib untuk Judi dan Miras, Barang Lenyap Hingga ke Manggarai!
BEM SI melalui akun Instagram resminya, @bem_si, mengajak mahasiswa, rakyat, dan elemen masyarakat lainnya untuk berpartisipasi dalam aksi ini.
“Kita harus bersuara, karena perubahan tak akan datang dari diam. Bersama mahasiswa, rakyat, dan perempuan Indonesia, kita terus bergerak untuk keadilan dan kesejahteraan,” tulis BEM SI dalam unggahannya.
Aksi ini menyoroti berbagai isu nasional, termasuk permasalahan program makan bergizi gratis hingga kelangkaan gas LPG.
BEM SI melalui akun Instagram resminya, @bem_si, mengajak mahasiswa, rakyat, dan elemen masyarakat lainnya untuk berpartisipasi dalam aksi ini.
“Kita harus bersuara, karena perubahan tak akan datang dari diam. Bersama mahasiswa, rakyat, dan perempuan Indonesia, kita terus bergerak untuk keadilan dan kesejahteraan,” tulis BEM SI dalam unggahannya.
Aksi ini menyoroti berbagai isu nasional, termasuk permasalahan program makan bergizi gratis hingga kelangkaan gas LPG.
Baca Juga: Setahun Reportase NTT: Referensi Utama dan Kepercayaan Pembaca
“Ketika rakyat diam, kebenaran terancam. Ketika penguasa tak terbantahkan, keadilan semakin jauh,” ungkap BEM SI.
9 Poin Tuntutan dalam Aksi ‘Indonesia Gelap’
“Ketika rakyat diam, kebenaran terancam. Ketika penguasa tak terbantahkan, keadilan semakin jauh,” ungkap BEM SI.
9 Poin Tuntutan dalam Aksi ‘Indonesia Gelap’
Dalam aksi yang berlangsung hari ini, BEM SI membawa sembilan poin tuntutan utama:
Baca Juga: Misteri Kematian WNA Jerman di Kolam Renang Gili Air: Tak Kunjung Keluar Sejak Tengah Malam
Kaji ulang Inpres Nomor 1 Tahun 2025
Kaji ulang Inpres Nomor 1 Tahun 2025
Transparansi status pembangunan dan pajak rakyat
Evaluasi besar-besaran program makan bergizi gratis
Tolak revisi UU Minerba yang dinilai bermasalah
Tolak dwifungsi TNI dalam pemerintahan sipil
Sahkan RUU Perampasan Aset
Tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional
Tolak impunitas dan tuntaskan kasus pelanggaran HAM berat
Tolak campur tangan Jokowi dalam pemerintahan Prabowo
Baca Juga: Kasus Tambang Ilegal di Kupang, Pengacara Tuding Polisi Kriminalisasi, Ini Respons Tegas Aparat!
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, memastikan bahwa pengamanan aksi dilakukan dengan melibatkan 588 personel gabungan.
"Pengamanan unjuk rasa melibatkan 588 personel gabungan," tegasnya kepada media.
Personel tersebut disebar di sekitar Bundaran Patung Kuda hingga kawasan Istana Negara.
Baca Juga: Kisruh Royalti Lagu 'Bilang Saja': Agnez Mo Didenda Rp1,5 Miliar, Ahmad Dhani Ikut Terseret
Pihak kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, tergantung pada eskalasi massa di lapangan.
"Kita lihat nanti jumlah massanya. Bila massa cukup banyak dan eskalasi meningkat, maka arus lalu lintas yang mengarah ke depan Istana akan dialihkan," jelas Purnomo.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan diinstruksikan untuk bertindak persuasif dan humanis.
"Kita lihat nanti jumlah massanya. Bila massa cukup banyak dan eskalasi meningkat, maka arus lalu lintas yang mengarah ke depan Istana akan dialihkan," jelas Purnomo.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan diinstruksikan untuk bertindak persuasif dan humanis.
Baca Juga: Diabaikan dalam Perundingan? Zelenskyy Protes, Trump Beri Jawaban Mengejutkan!
"Kami mengimbau agar massa aksi tetap menjalankan demonstrasi sesuai dengan aturan yang berlaku," pungkasnya.
"Kami mengimbau agar massa aksi tetap menjalankan demonstrasi sesuai dengan aturan yang berlaku," pungkasnya.
Artikel Terkait
Anton Doni, Jejak Pendidikan dan Aktivisme Sang Bupati Flores Timur
Profil Akademik dan Kekayaan Brian Yuliarto, Mendiktisaintek Pilihan Prabowo
Setahun Reportase NTT: Referensi Utama dan Kepercayaan Pembaca
Polisi Bongkar Sindikat Pencuri di Ende: Uang Raib untuk Judi dan Miras, Barang Lenyap Hingga ke Manggarai!
Di Istana Negara, Prabowo Tegaskan Pesan Kuat untuk Kepala Daerah yang Baru Dilantik