REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Isu penghapusan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang beredar di tengah masyarakat mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Haryadi.
Ditegaskannya, penghapusan BBM subsidi tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa persetujuan DPR RI.
"Tidak ada wacana penghapusan subsidi, dan mekanisme terkait subsidi harus mendapat persetujuan DPR RI. Karena subsidi itu melekat di APBN. Presiden Prabowo malah menekankan untuk melindungi kebutuhan masyarakat kecil," ujar Bambang dalam keterangannya yang dikutip dari Parlementaria, Jumat (21/2/2025).
Baca Juga: Mendikti Saintek Didesak Selesaikan Persoalan Tukin, PPG, dan Alokasi Beasiswa
Legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar subsidi BBM lebih tepat sasaran.
Oleh karena itu kata dia, diperlukan pembenahan dalam sistem penyaluran BBM subsidi agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
"Presiden ingin subsidi tepat sasaran, dan sampai kepada masyarakat kecil yang berhak. Kita akui masih ada yang tidak tepat sasaran, tapi kita ke depan akan benahi agar tepat sasaran," tambahnya.
Baca Juga: Kontroversi PTN-BH: Ancaman atau Peluang bagi Perguruan Tinggi Swasta?
Bambang juga menambahkan, Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk melindungi rakyat kecil.
"Bapak Presiden bercita-cita ingin 'wong cilik podo gemuyu', jadi kami yakin Presiden akan selalu berdiri terdepan untuk melindungi rakyat kecil," imbuhnya.
Selain itu, Bambang juga meluruskan pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, yang menurutnya telah disalahartikan oleh pihak tertentu.
Baca Juga: Permintaan Maaf Tak Hapus Pelanggaran Hukum, Kasus Eks Ajudan Bupati Halangi Wartawan Terus Disorot
Ia menjelaskan bahwa pernyataan Luhut bukan mengarah pada penghapusan subsidi, melainkan perbaikan skema agar lebih tepat sasaran.
Artikel Terkait
Pemerintah Flotim Minta Maaf atas Arogansi Eks Ajudan Pj Bupati yang Halangi Wartawan
Permintaan Maaf Tak Hapus Pelanggaran Hukum, Kasus Eks Ajudan Bupati Halangi Wartawan Terus Disorot
Hilang Terseret Arus di Pantai Watubuku- Flotim, Pemancing Ditemukan Tak Bernyawa oleh Tim SAR
Kontroversi PTN-BH: Ancaman atau Peluang bagi Perguruan Tinggi Swasta?
Mendikti Saintek Didesak Selesaikan Persoalan Tukin, PPG, dan Alokasi Beasiswa