200 Siswa Diduga Keracunan Makanan Gratis, Prabowo: Kita Tak Boleh Cepat Puas

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Selasa, 6 Mei 2025 | 11:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto.  (Foto fanpage Facebook Prabowo Subianto)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto fanpage Facebook Prabowo Subianto)

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Isu dugaan keracunan siswa usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan publik.

Menanggapi hal ini, Presiden RI Prabowo Subianto angkat bicara dan meminta pengawasan ketat agar tak ada lagi penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Prabowo menegaskan, kasus keracunan yang terjadi sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah total penerima manfaat program MBG.

Baca Juga: HNW Kembali Serukan Bela Palestina, Bongkar Fakta Mengejutkan soal Rencana Relokasi Warga Gaza!  

"Kasus (siswa) yang keracunan sampai saat ini, dari target penerima tiga koma sekian juta kalau tidak salah, korban keracunan di bawah 200 orang," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet di Istana Presiden, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Dari laporan yang diterimanya, hanya 5 siswa yang perlu menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara mayoritas lainnya hanya mengalami gejala ringan.
Baca Juga: Terungkap Fakta Baru di Balik Kecelakaan Maut di Kefamenanu, Polisi Naikkan Status Kasus ke Penyidikan!

"Sebanyak 200 dari (target penerima) tiga koma sekian juta kalau tidak salah adalah 0,05 persen," sambungnya.
"Berarti keberhasilannya adalah 99,99 persen," tambah Ketum Partai Gerindra tersebut.

Meski demikian, Prabowo menegaskan pentingnya evaluasi dan perbaikan.

Ia mengingatkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan jajaran untuk memastikan tidak ada celah kesalahan dalam pelaksanaan program makan gratis itu.

Baca Juga: Kasus Kenakalan Remaja di TTU Meningkat, Kapolres Eliana Turun Tangan, Ini Langkah Mengejutkannya!

"Kita tidak boleh cepat puas, Pak Dadan. Kita harus lihat nanti Desember 2025," tegasnya.

Prabowo mengapresiasi komitmen BGN yang menetapkan standar tinggi.

"Saya hargai karena Kepala BGN dan jajaran mengatakan, 'Pak, sasaran kita adalah zero penyimpangan, zero kesalahan'. Dan kita mengerti, tidak gampang," tutup Prabowo.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X