Dalam jangka panjang, Alma mengusulkan rekrutmen jaksa dari kalangan militer, khususnya prajurit TNI yang bertugas di Oditurat Jenderal.
Baca Juga: Nyaris Adu Jotos, Dua Warga di Sikka Mendadak Berdamai Usai Polisi Datang
Menurutnya, langkah ini memungkinkan pembentukan unit jaksa dengan pemahaman ganda: hukum dan taktik pertahanan.
“Sebagai bagian dari sistem pertahanan, jaksa yang memiliki latar belakang militer akan membawa perspektif baru dalam menangani kejahatan luar biasa,” katanya.
Alma menyatakan siap membuka ruang diskusi publik untuk menyempurnakan ide Jaksa Pertahanan melalui pendekatan akademik.
Baca Juga: Menang 3-0, Pulang Malah Dihajar! Bus Persik Diserang di Depan Kanjuruhan
“Saya membuka pintu bagi kontribusi intelektual dari berbagai kalangan agar konsep ini dapat berkembang secara komprehensif dan aplikatif,” tuturnya.
Konsep Jakhan ini dinilai sebagai terobosan radikal dalam sistem hukum nasional.
Meski baru pada tahap gagasan, Alma optimistis ide ini akan menjadi bagian penting dari reformasi pertahanan hukum Indonesia di masa mendatang.
Artikel Terkait
Nyaris Adu Jotos, Dua Warga di Sikka Mendadak Berdamai Usai Polisi Datang
Dari Destinasi Unggulan Jadi Lokasi Terbengkalai: Nasib Ironis Air Panas Mokantarak- Larantuka
Usai Pesta Miras, Kos- kosan Dekat Kampus di Kota Kupang Digerebek, Polisi Temukan Barang Mengejutkan di Lokasi!
AS- China Sepakat Pangkas Tarif Impor, Perang Dagang Mereda Sementara
Disparbud Flores Timur Komitmen Bangkitkan Wisata Air Panas Mokantarak yang Terbengkalai