Mentan Andi Amran Sulaiman Ultimatum Mafia Pangan: Negara Tidak Boleh Kalah

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 7 September 2025 | 07:26 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto tangkapan layar instagram @a.amran_sulaiman.)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto tangkapan layar instagram @a.amran_sulaiman.)



 
 
REPORTASENTT.COM, BOGOR-   Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan pernyataan keras soal praktik mafia pangan yang dinilainya kian merugikan petani dan masyarakat luas.
 
 
Ultimatum itu ia sampaikan dalam peringatan Dies Natalis ke-85 Fakultas Pertanian IPB, Sabtu, 6 September 2025.
 


Amran menegaskan mafia pangan tidak boleh dibiarkan menguasai ekosistem agribisnis, terutama di sektor beras.
 
 
 
 
 
 
“Kami tidak akan tinggal diam. Mafia pangan ini merugikan petani, memukul konsumen, dan menciptakan ketidakadilan. Negara tidak boleh kalah,” ujarnya lantang.
 


Investigasi Kementan menemukan 212 dari 268 merek beras premium tidak memenuhi standar.
 
 
Temuan tersebut, kata Amran, sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum.
 
 
 
 


Selain beras, ia juga menyoroti kasus pupuk palsu dan tata kelola pupuk bersubsidi.
 
Amran menyebut banyak petani gagal panen akibat pupuk tanpa unsur hara, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp3,2 triliun.
 
“Bayangkan, petani yang hanya bermodal KUR harus menanggung kerugian besar. Ini sangat menyakitkan,” ucapnya.
 
 
 


Amran menilai kompleksitas masalah pangan tidak bisa ditangani pemerintah seorang diri.
 
 
 
Ia menyerukan sinergi lintas sektor agar mafia pangan dan persoalan agribisnis nasional dapat dituntaskan.
 


“Kalau kita bersama, saya yakin kita bisa membereskan masalah mafia pangan dan isu pertanian lainnya.
 
 
 
 
 
 
Ini perjuangan kita semua,” kata Amran menutup pidatonya.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X