REPORTASENTT.COM, BOGOR- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan pernyataan keras soal praktik mafia pangan yang dinilainya kian merugikan petani dan masyarakat luas.
Ultimatum itu ia sampaikan dalam peringatan Dies Natalis ke-85 Fakultas Pertanian IPB, Sabtu, 6 September 2025.
Amran menegaskan mafia pangan tidak boleh dibiarkan menguasai ekosistem agribisnis, terutama di sektor beras.
“Kami tidak akan tinggal diam. Mafia pangan ini merugikan petani, memukul konsumen, dan menciptakan ketidakadilan. Negara tidak boleh kalah,” ujarnya lantang.
Temuan tersebut, kata Amran, sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum.
Selain beras, ia juga menyoroti kasus pupuk palsu dan tata kelola pupuk bersubsidi.
Amran menyebut banyak petani gagal panen akibat pupuk tanpa unsur hara, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp3,2 triliun.
“Bayangkan, petani yang hanya bermodal KUR harus menanggung kerugian besar. Ini sangat menyakitkan,” ucapnya.
Amran menilai kompleksitas masalah pangan tidak bisa ditangani pemerintah seorang diri.
Ia menyerukan sinergi lintas sektor agar mafia pangan dan persoalan agribisnis nasional dapat dituntaskan.
“Kalau kita bersama, saya yakin kita bisa membereskan masalah mafia pangan dan isu pertanian lainnya.
Ini perjuangan kita semua,” kata Amran menutup pidatonya.
Artikel Terkait
Viral Menhut Main Domino dengan Tersangka Pembalak Liar, Begini Klarifikasi Raja Juli
Kunto Aji Angkat Suara Soal Freeport Jadi Sponsor Pestapora 2025: Kami Menolak Main
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi Laptop
Aksi Pemuda Mabuk di Kupang: Ancam Warga, Diamankan Polisi
Kronologi Gelap Oebobo: OT Resmi Jadi Tersangka, Kasus Berlanjut ke Jaksa