Figur Santa Claus terinspirasi dari Santo Nikolas dari Myra, seorang uskup abad ke-4 yang dikenal karena kedermawanannya kepada anak-anak dan kaum miskin.
Nama Santa Claus berasal dari sebutan Belanda Sinterklaas, yang kemudian berkembang dalam budaya populer di Amerika Serikat.
Meski kerap hadir dalam perayaan Natal modern, Santa Claus tidak termasuk dalam ajaran doktrinal Gereja, melainkan dipahami sebagai simbol budaya tentang semangat memberi, berbagi, dan kasih kepada sesama.
Baca Juga: Janji Anggaran Bersih, Wabup Flotim Akui Intervensi Proyek Sulit Dihindari
Natal di Vatikan dan Gereja Katolik
Dalam tradisi Gereja Katolik, Natal memiliki makna teologis mendalam sebagai perayaan misteri Inkarnasi, Allah yang menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus demi keselamatan umat manusia.
Paus secara tradisional memimpin Misa Malam Natal pada 24 Desember dan Misa Hari Raya Natal pada 25 Desember di Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Perayaan ini diikuti umat Katolik dari berbagai negara, baik secara langsung maupun melalui siaran global.
Baca Juga: Di Tengah Sorotan Publik, Ridwan Kamil Akhirnya Buka Suara dan Sampaikan Permohonan Maaf
Artikel Terkait
Di Tengah Sorotan Publik, Ridwan Kamil Akhirnya Buka Suara dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tipikor Polres Manggarai Timur Telusuri Proyek Jalan Dana Desa Rana Masak yang RusakĀ
Satpol PP Flores Timur Kawal Pengamanan Malam Natal 2025 di Kota Larantuka
Opini: Merenungkan Natal dalam Perspektif Sejarah dan Agama
Dari Keluarga Kudus hingga Para Gembala, Ini Inti Kotbah Natal Romo Don Kolin di Stasi Laka Tanjung Bunga