Sejak 1982, Vatikan juga menempatkan pohon Natal besar di Lapangan Santo Petrus, tradisi yang dimulai pada masa Paus Yohanes Paulus II. Pohon ini biasanya merupakan sumbangan dari komunitas negara-negara Eropa.
Bersamaan dengan itu, dipasang pula kandang Natal (Nativity Scene) berukuran besar yang menggambarkan kisah kelahiran Yesus di Betlehem.
Pada Hari Raya Natal, Paus menyampaikan berkat Urbi et Orbi, pesan damai “kepada Kota dan Dunia”, yang disiarkan ke berbagai penjuru dunia dalam banyak bahasa.
Baca Juga: Hebat! Tiga Inovasi Flores Timur Ini Tembus Top 10 KOIN Yanlik Berdasi NTT 2025
Natal di Indonesia
Di Indonesia, Natal ditetapkan sebagai hari libur nasional. Umat Kristen Protestan dan Katolik merayakannya melalui ibadah malam Natal pada 24 Desember dan ibadah pada 25 Desember, yang diisi pembacaan Injil kelahiran Yesus, lagu-lagu rohani, serta drama Natal.
Perayaan Natal di Indonesia juga diperkaya dengan tradisi lokal. Di Sumatra Utara, masyarakat Batak mengenal tradisi marbinda sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan. Di Flores, bunyi meriam bambu menjadi tanda sukacita menyambut kelahiran Kristus.
Bagi umat Kristiani, Natal dimaknai sebagai simbol harapan, damai, sukacita, dan kasih Allah kepada manusia.
Artikel Terkait
Di Tengah Sorotan Publik, Ridwan Kamil Akhirnya Buka Suara dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tipikor Polres Manggarai Timur Telusuri Proyek Jalan Dana Desa Rana Masak yang RusakĀ
Satpol PP Flores Timur Kawal Pengamanan Malam Natal 2025 di Kota Larantuka
Opini: Merenungkan Natal dalam Perspektif Sejarah dan Agama
Dari Keluarga Kudus hingga Para Gembala, Ini Inti Kotbah Natal Romo Don Kolin di Stasi Laka Tanjung Bunga