“Sudah hampir dua bulan. Judul filmnya ‘Panas Berabu, Hujan Terbanting Kendaraan Licin’,” tulis akun itu dalam caption.
Situasi yang dialami warga Aceh Tamiang menuai keprihatinan warganet. Sejumlah komentar menyoroti dampak kesehatan akibat debu.
“Sedia masker sebelum lewat situ karena banyak abu, pakai masker atau kacamata ya teman-teman,” tulis akun @fad****2.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Pencarian Pendaki Diduga Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Dihentikan Sementara
“Karena ini banyak korban bencana yang terkena ISPA,” tulis akun @uli*******r.
“Habis banjir, bonusnya debu. Sekali kena, dua rasa,” komentar akun @muh**********4**.
“Abunya bukan hanya di jalan, tapi juga di dalam rumah pun berterbangan,” tulis akun @eva*******a.
Baca Juga: Viral Video Burung Hantu Ditembak di Belu, Ini Respons Cepat Polda NTT
Debu sisa lumpur kering meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi warga terdampak banjir.
Tim Kementerian Kesehatan yang turun ke lokasi mencatat ISPA menjadi penyakit paling banyak muncul pada fase pascabencana.
Kondisi lingkungan yang belum bersih serta aktivitas warga di area berdebu memperparah risiko gangguan pernapasan.
Selain ISPA, petugas kesehatan juga menemukan kasus hipertensi hingga diare pada warga terdampak.
Artikel Terkait
Dua Keluarga Kurang Mampu di Manggarai Timur Terima Bantuan Rumah dari Kapolda NTT
Wakapolda NTT Ingatkan Kapolres: Data Bukan untuk Disimpan, tapi Ditindaklanjuti
Jejak Kematian Janin Bayi di Kupang, Polisi Telusuri Fakta Lewat Otopsi
Bukan Sekali Lihat! Pelaku Curi HP di Denpasar Ternyata Sudah Mengintai 3 Hari
Tak Banyak yang Tahu, Warna Galon Bisa Jadi Penanda Risiko Kesehatan