REPORTASENTT.COM, ACEH- Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih dari banjir. Lumpur yang menutup rumah dan jalan kini mengering, berubah menjadi debu tebal yang beterbangan setiap kali kendaraan melintas.
Endapan lumpur sisa banjir hampir dua bulan lalu mengeras di sejumlah titik pemukiman dan ruas jalan. Saat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, debu langsung terangkat ke udara dan menyelimuti lingkungan sekitar.
Kondisi tersebut ramai dibagikan warga melalui media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @ergiis_.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Warna Galon Bisa Jadi Penanda Risiko Kesehatan
“Luar biasa debunya, luar biasa. Semangat kita ya, nggak tega lihatnya,” ucap pemilik akun dalam video yang diunggah Selasa (20/1/2026).
Video itu telah ditonton lebih dari 97 ribu kali dan memperlihatkan mobil warga tertutup lapisan lumpur kering berwarna kecokelatan.
Unggahan serupa dibagikan akun @soviaaudita. Dalam videonya tampak debu pekat mengepul setiap kendaraan melintas di jalan pemukiman.
Baca Juga: Bukan Sekali Lihat! Pelaku Curi HP di Denpasar Ternyata Sudah Mengintai 3 Hari
“Hari ke-54 pascabanjir dan longsor di Aceh. Debu tebal sisa lumpur masih selimuti pemukiman warga Aceh,” tulisnya, Selasa (20/1/2026).
“Setiap hembusan angin dan lalu lintas kendaraan mengangkat partikel debu ke udara, menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan berisiko bagi masyarakat,” lanjut keterangan tersebut.
Kondisi ini juga diunggah akun @berita_aceh_tamiang_official pada Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Disorot Kasus Pandji Pragiwaksono, Komika Arie Kriting Jelaskan Batas Aman Komedi soal Agama
Artikel Terkait
Dua Keluarga Kurang Mampu di Manggarai Timur Terima Bantuan Rumah dari Kapolda NTT
Wakapolda NTT Ingatkan Kapolres: Data Bukan untuk Disimpan, tapi Ditindaklanjuti
Jejak Kematian Janin Bayi di Kupang, Polisi Telusuri Fakta Lewat Otopsi
Bukan Sekali Lihat! Pelaku Curi HP di Denpasar Ternyata Sudah Mengintai 3 Hari
Tak Banyak yang Tahu, Warna Galon Bisa Jadi Penanda Risiko Kesehatan