4 Tanggapan Istana Soal ‘Indonesia Gelap’: dari Prabowo hingga Mensesneg, Ada yang Dibantah dan Ada yang Diimbau!

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 18 Februari 2025 | 21:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto, saat menjabat sebagai Menhan di Seminar TNI AD VI Tahun 2022 di Gedung Jenderal Prof. Dr. Satrio Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Bandung, Jawa Barat. (Foto.Tim Media Prabowo Subianto/ desain background Tim Reportase NTT)
Presiden Prabowo Subianto, saat menjabat sebagai Menhan di Seminar TNI AD VI Tahun 2022 di Gedung Jenderal Prof. Dr. Satrio Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Bandung, Jawa Barat. (Foto.Tim Media Prabowo Subianto/ desain background Tim Reportase NTT)

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bertajuk 'Indonesia Gelap' telah berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia.
 
Salah satu sorotan utama dalam aksi ini adalah efisiensi anggaran yang dinilai berdampak pada sektor pendidikan nasional.

Mahasiswa BEM SI di Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Senin, 17 Februari 2025.
 
 
Massa yang hadir berasal dari berbagai kampus di Bandung Raya, menyuarakan kritik terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa melakukan orasi dan membentangkan poster yang menyoroti kebijakan pemerintah.
 
Bahkan, beberapa demonstran membakar ban sebagai bentuk protes terhdap kebijakan yang dianggap dapat menurunkan kualitas pendidikan nasional.
 
Baca Juga: Nurul Arifin: Pembatasan Akses Internet untuk Anak Penting demi Melindungi Privasi dan Keamanan Data

Plt. Ketua BEM Kema Unpad, Rhido Anwari Aripin, menyampaikan sejumlah tuntutan yang mendesak pemerintah untuk merevisi kebijakan evaluasi anggaran.
 
Salah satu tuntutan utama mereka adalah peningkatan anggaran pendidikan, termasuk dana operasional Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), serta beasiswa.
 


Tanggapan Istana Soal Aksi 'Indonesia Gelap'

Istana Kepresidenan memberikan tanggapan resmi terkait demo mahasiswa ini, terutama menyangkut efisiensi anggaran yang disebut-sebut berdampak pada sektor pendidikan.
 
Berikut adalah empat tanggapan utama dari pihak Istana:

1. Prabowo Tegaskan Biaya Operasional dan Beasiswa Tak Dikurangi

Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak akan mengurangi biaya operasional perguruan tinggi maupun beasiswa, meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran.
 
Baca Juga: Melly Goeslaw Ungkap Kekagumannya Terhadap Peran Ormas dan Lembaga Kemanusiaan dalam Perjuangan Palestina

"Presiden menegaskan bahwa biaya operasional perguruan tinggi, KIP Kuliah, dan beasiswa sama sekali tidak boleh dikurangi," ujar Hasan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2025.

Ia juga membantah kabar yang beredar mengenai pemotongan beasiswa dan dana operasional kampus, serta memastikan bahwa Presiden Prabowo menolak kebijakan tersebut.

2. Mensesneg Imbau Mahasiswa Tidak Membawa Narasi yang Tidak Benar

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa aksi demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berekspresi.
 
 
Namun, ia mengimbau agar mahasiswa tidak menyebarkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta.

"Inilah kebebasan berekspresi, tapi jangan membelokkan fakta. Tidak ada yang namanya Indonesia gelap," tegas Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta.

3. Pemerintah Minta Masyarakat Maklum

Prasetyo juga meminta masyarakat untuk memahami bahwa pemerintahan Presiden Prabowo baru berjalan sekitar 100 hari.
 
 
Menurutnya, pemerintah masih dalam tahap mencari solusi terbaik untuk berbagai permasalahan yang ada.

"Pemerintahan ini baru beberapa bulan berjalan, dan kami terus mencari cara untuk mengatasi berbagai tantangan," katanya.
 
Mungkin kata dia, belum bisa menyenangkan semua pihak, tapi ini adalah proses.
 
Baca Juga: Polsek Alak Tindak Cepat: Warga Pusing Akibat Panas, Dikirim Pulang dengan Patroli!

Ia menambahkan bahwa efisiensi anggaran tidak serta-merta menghambat kinerja kementerian dan lembaga, serta tidak membebani masyarakat.

4. Presiden Prabowo Hormati Aspirasi Mahasiswa

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menghormati aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam aksi 'Indonesia Gelap'.
 
 
Menurutnya, Presiden sudah terbiasa menghadapi berbagai aspirasi sejak sebelum menjabat sebagai kepala negara.

"Presiden sangat menghormati aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa. Sebelum menjadi presiden pun, beliau sudah sering berjuang di jalur politik dan menghadapi berbagai macam aspirasi," kata Prasetyo.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X