Berkat doa, kedua perahu tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
“Sejak saat itu kami berjanji untuk selalu ambil bagian dalam Semana Santa, sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan yang Tuhan berikan,” kata Stefanus.
Baca Juga: Kapolres Ende Tegaskan Kesiapsiagaan Jelang Paskah dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional
Tak hanya hadir dalam prosesi, para nelayan Lamalera juga terlibat aktif dalam pengantaran Arca Yesus Tersalib, dari Kapela Tuan Meninu menuju Pantai Kuce dalam ritual prosesi Jumat Agung.
“Setelah prosesi pengantaran Tuan pada hari Jumat, kami juga ikut dalam penjemputan kembali Sabtu pagi. Setelah itu baru kami pamit dan pulang ke kampung,” jelasnya.
Menurut Stefanus, kehadiran nelayan Lamalera dalam Semana Santa tidak sekedar tradisi, melainkan menjadi bentuk devosi dan penyerahan diri kepada Tuhan, sebagai ucapan syukur atas keselamatan di laut dan harapan akan rezeki, terutama dalam musim perburuan ikan paus.
Baca Juga: Polresta Kupang Kota Limpahkan Tersangka Penipuan Tiket Kapal ke Kejaksaan
“Kami berharap, Tuan Ma, Tuan Ana, dan Tuan Meninu selalu memberkati kami. Semoga hasil tangkapan ikan paus tahun ini ada,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Duh! Produk Ilegal Senilai Rp15 Miliar Disergap Kemendag, Ada Mainan Anak hingga Elektronik dari China
Doa yang Terapung di Atas Gelombang, Lamalera Menjaga Janji di Semana Santa Larantuka
Diguyur Hujan Lebat, Ribuan Peziarah Iringi Prosesi Laut Tuan Meninu di Larantuka
Aksi Maling Motor di Pacitan Berakhir Mengejutkan! Pelaku Sempat Nongkrong di Rumah Korban Sebelum Kabur!
Terbongkar! Jaringan Sabu Pasca Lebaran Digulung Polisi, 132 Gram Barang Bukti dan Lima Tersangka dari Tiga Lokasi