Sementara itu, Merapi dan Lewotobi Laki-laki berada pada Level III atau Siaga.
“Harapan saya adalah tetap tenang. Teman-teman yang ada di pos Gunung Api sebagai pengamat bekerja keras karena kalau level 3 dan 4 itu setiap 6 jam menyampaikan laporan,” tambah Hadi.
Selain erupsi langsung, ancaman berikutnya datang dari potensi banjir lahar dingin.
Tingginya curah hujan dalam dua hari terakhir memicu kekhawatiran material vulkanik yang menumpuk akan terbawa air menuju aliran sungai.
Baca Juga: Dukung Program Pemerintah, PELNI Larantuka Pastikan Diskon Tiket 20 Persen Berlaku di Semua Rute
“Yang kami khawatirkan saat ini adalah potensi bencana kedua. Erupsi masih terjadi 36 hingga 45 kali dalam 12 jam,” jelas Hadi.
Menurutnya, material vulkanik yang terus terakumulasi di sekitar kawah sangat berpotensi menjadi lahar dingin saat diguyur hujan deras.
PVMBG juga mencatat kondisi lereng dan puncak Semeru dipenuhi material yang mudah tergerus.
Karena itu, aktivitas masyarakat termasuk penambang pasir dilarang keras berada dalam radius 20 kilometer di sektor tenggara hingga selatan.
Artikel Terkait
Jelang Nataru, Pemerintah Kasih Diskon Tiket Kapal PELNI hingga 20 Persen
Dukung Program Pemerintah, PELNI Larantuka Pastikan Diskon Tiket 20 Persen Berlaku di Semua Rute
Satreskrim Polres Manggarai Barat Tetapkan AJ (44) sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana Perlindungan Anak
Proyek Kampung Nelayan Merah Putih Flores Timur Didatangi Kejati NTT
Vegan Squad Indonesia Gelar Rangkaian Seminar Iklim di Flores, Kritik Kebijakan Mahal dan Tidak Efektif