Baca Juga: Wakapolri Sidak SPKT Flores Timur: Standar Layanan 110 Diangkat ke Level Baru
Selain itu, potensi banjir rob juga mengintai pesisir Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat, terutama bertepatan dengan fase perigee dan bulan purnama pertengahan Desember.
Untuk mempercepat penanganan bencana dan mengamankan distribusi logistik, BMKG bersama BNPB menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga bandara: Sultan Iskandar Muda (Aceh), Kualanamu (Sumut), dan bandara di Padang.
Baca Juga: Polri Turun Total! Armada Udara, Laut Dikerahkan Percepat Bantuan ke Wilayah Terisolir
OMC dilakukan dengan teknik penyemaian NaCl atau calcium oxide untuk menurunkan atau mengalihkan hujan. Namun operasi hanya bisa dilakukan jika pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat.
“Tanpa status itu, OMC tidak bisa dijalankan karena biaya dan risikonya besar,” ujar Faisal dalam rilis BMKG, 1 Desember 2025.
Faisal menambahkan, siklon tropis kini bisa diprediksi hingga delapan hari sebelumnya. Ia meminta pemda aktif berkoordinasi dengan Balai Besar BMKG dan memperkuat respons dini menjelang libur Nataru.
Baca Juga: ETMC XXXVI: Perse Ende Tumbang di Menit Akhir, Persena Nagekeo Amankan Tiket Semifinal
BMKG juga membuka posko nasional di sejumlah pelabuhan dan bandara, serta menyiapkan sistem pendukung seperti radar cuaca, DWT untuk transportasi darat, dan Inawis untuk monitoring laut.
Artikel Terkait
Indonesia Rawan Bencana, Ketua Komisi V DPR: Mitigasi Tak Bisa Ditunda
Komisi III DPR Kebut RUU Penyesuaian Pidana, Cegah Kekosongan Hukum Jelang KUHP Baru 2026
Pamit setelah Satu Dekade Mengabdi, Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton Tuai Apresiasi Jurnalis
Raja Charles III Sampaikan Belasungkawa atas Banjir Bandang di Indonesia dan Badai Dahsyat Negara Asia Lainnya
BMKG Peringatkan Potensi Bibit Siklon Tropis 97S, Cuaca Ekstrem Ancam Wilayah Timur Indonesia