pariwisata

Magnet Budaya Flotim: Helanlangowuyo Gaet Wisatawan Mancanegara Hingga Rela Nginap di Lamahelan

Sabtu, 17 Mei 2025 | 06:00 WIB
Para turis saat sedang makan malam bersama warga desa Helanlangowuyo. (Foto/ Pokdarwis Desa Helanlangowuyo. )

 

REPORTASENTT.COM, ADONARA- Sebuah kampung kecil di pedalaman Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mulai mencuri perhatian wisatawan mancanegara.

Desa Helanlangowuyo, yang berada di Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur tiba-tiba menjadi buah bibir setelah menerima kunjungan 21 turis asing sepanjang Maret hingga Mei 2025.

Meski angka itu terkesan kecil, bagi sebuah desa yang belum masuk radar destinasi wisata arus utama, pencapaian ini menandai titik awal kebangkitan.

Helanlangowuyo kini menjadi magnet baru wisata berbasis budaya di Flores Timur.


Baca Juga: Teriakan Seorang Perempuan Tengah Malam Bongkar Aksi Brutal Yopi di Kupang

Daya Tarik di Tengah Keterpencilan

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Helanlangowuyo, Bernadus Boro Bura, mengungkapkan bahwa letak desa yang terpencil menjadi kekuatan utama dalam menarik minat wisatawan.

“Mereka justru mencari suasana yang jauh dari keramaian pikuk. Mereka ingin merasakan budaya yang hidup, bukan sekadar ditampilkan untuk turis,” ujarnya kepada Reportase NTT, Sabtu (17/5/2025).

Rumah- rumah tenun tradisional, kampung adat yang terpelihara, serta kehidupan masyarakat yang masih menjunjung nilai-nilai leluhur menjadi suguhan autentik bagi pengunjung.

Baca Juga: Menelusuri Warisan Leluhur di Wurin dan Eban: Jejak Adat, Sastra, dan Pesta Kacang di Ile Ape, Lembata

Di Helanlangowuyo, budaya bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Gotong Royong Sambut Tamu Dunia

Dalam menyambut kedatangan wisatawan asing, masyarakat Helanlangowuyo tak tinggal diam.

Bersama Pokdarwis, mereka membersihkan lingkungan, menata lokasi atraksi budaya, hingga melatih diri untuk menjadi pemandu lokal.

“Kami ingin menjelaskan makna di balik simbol, tarian, dan nyanyian kami. Supaya mereka tidak hanya melihat, tapi juga memahami,” jelas Bernadus.

Halaman:

Tags

Terkini