pariwisata

Wokal Gurumada, Bukit Bertuah yang Simpan Jejak Magis dan Sejarah di Ile Ape

Kamis, 17 Juli 2025 | 19:20 WIB
Yohanes Enga Matarau, tokoh adat dari Desa Muruone, sedang menjelaskan kawasan spiritual dan bersejarah yang menjadi bagian penting dalam warisan budaya masyarakat Ile Ape, Kabupaten Lembata. (Foto/ Bernad Nara)

 

REPORTASENTT.COM, LEMBATA- Di balik megahnya lanskap Gunung Ile Lewotolok, terdapat sebuah bukit yang menyimpan kisah sakral dan sejarah yang tersembunyi.

Bukit itu dikenal masyarakat lokal dengan nama Wokal Gurumada, sebuah kawasan spiritual dan bersejarah yang menjadi bagian penting dalam warisan budaya masyarakat Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Nama Gurumada diyakini oleh warga sebagai rujukan kepada tokoh besar dalam sejarah nusantara, Gajah Mada.

Baca Juga: Pengusaha Asal Malang Diduga Jadi Korban Penipuan Investasi Porang Rp68 Juta di NTT

Meski tak banyak yang tahu pasti, namun di salah satu sudut bukit itu terdapat makam batu yang konon adalah pusara Gajah Mada, dengan panjang sekitar 2,5 meter, dikelilingi hamparan batu karang yang seolah menjadi saksi bisu peradaban masa silam.

Jejak Magis dan Upacara Mistik Suku Tua

Wokal Gurumada bukan sekedar tempat yang indah secara alamiah.

Bukit ini juga menyimpan nilai magis dan spiritual yang dijaga turun-temurun oleh suku Ladopurap dan suku Lama Taro, dua komunitas adat yang telah mendiami kawasan ini sejak dahulu kala.


Baca Juga: Wagub NTT Kunjungi Lokasi Pengungsian Erupsi Lewotobi, Pemda Tegaskan Proses Pembangunan Huntap Terus Berjalan

Menurut kepercayaan adat setempat, suku Lama Taro menjalankan ritual “LouBau’, sebuah upacara pemanggilan hujan, setiap kali memasuki musim tanam.

Ritual ini tak hanya dilakukan di satu titik, melainkan bermula dari puncak bukit dan menyusuri kawasan pesisir hingga ke Tanjung Tuak Wutun, melalui tempat sakral yang mereka sebut Nuba Pehan Koli Wutun.

Sementara itu, suku Ladopurap dan Langodai mengambil peran dalam ritual pengiring dan penjaga jalur spiritual dari arah Desa Lewotolok.


Baca Juga: Dikira Boneka Jerami, Ternyata M4yat! Penemuan Mengejutkan Buruh Tani di Sawah Kediri

Tradisi ini menjadi penghubung antara alam, leluhur, dan masyarakat, sekaligus mempertahankan keseimbangan kosmik sebagaimana yang dipercaya dalam kosmologi Lamaholot.

Warisan Sastra dan Jalinan Kekerabatan Lintas Pulau

Halaman:

Tags

Terkini