Wokal Gurumada, Bukit Bertuah yang Simpan Jejak Magis dan Sejarah di Ile Ape

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Kamis, 17 Juli 2025 | 19:20 WIB
Yohanes Enga Matarau, tokoh adat dari Desa Muruone, sedang menjelaskan kawasan spiritual dan bersejarah yang menjadi bagian penting dalam warisan budaya masyarakat Ile Ape, Kabupaten Lembata. (Foto/ Bernad Nara)
Yohanes Enga Matarau, tokoh adat dari Desa Muruone, sedang menjelaskan kawasan spiritual dan bersejarah yang menjadi bagian penting dalam warisan budaya masyarakat Ile Ape, Kabupaten Lembata. (Foto/ Bernad Nara)

Tak hanya tentang alam dan ritual, Wokal Gurumada juga menjadi simbol persaudaraan lintas pulau.

Yohanes Enga Matarau, tokoh adat dari Desa Muruone, menjelaskan bahwa relasi budaya antara masyarakat Lewotolok dan Adonara telah tertuang dalam sastra lisan Lamaholot melalui ungkapan, “Kakan Tadon Adonara, Arin Tolok Lama Dike," yang berarti "Kakak tinggal di Adonara, adik menetap di Lewotolok."

Dalam narasi leluhur, Kelake Ado Pehan dari Adonara disebut sebagai kakak dari Pehan Koli Wuan di Lewotolok, sebuah kisah genealogis yang menjelaskan mengapa masyarakat di kedua pulau ini memiliki hubungan darah dan budaya yang sangat erat.


Baca Juga: TNI AL Salurkan 386 Batang Pipa Air untuk Atasi Krisis Air Bersih di Ile Boleng

Riang Bao, Kampung Terapung di Tengah Hutan Adat

Tak jauh dari pusara Gajah Mada, terdapat kampung kecil bernama Riang Bao, yang oleh warga disebut sebagai kampung terapung karena letaknya di tengah hamparan alam yang terpencil dan diselimuti kabut mistis.

Wilayah ini adalah bagian dari ulayat Lewotolok, dan hanya bisa dikunjungi dengan izin khusus dari tokoh adat.

Riang Bao bukanlah kampung biasa. Keberadaannya diyakini sebagai benteng terakhir dari kearifan lokal yang belum tersentuh modernisasi.


Baca Juga: Guru SD di NTT Diduga Cabuli 24 Siswa, Praperadilan Ditolak Hakim!

Setiap batu, pohon, dan lorong kecil di kampung itu dipercaya menyimpan cerita nenek moyang yang tak boleh diungkap sembarangan.

Perjalanan Menuju Wokal Gurumada

Menuju Wokal Gurumada bukan perkara mudah.

Dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, wisatawan harus menempuh perjalanan darat selama sekitar dua jam menuju wilayah kaki gunung Ile Ape.

Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menelusuri hutan adat, menanjak bukit, dan melewati jalur yang dipercaya sebagai jalan para leluhur.


Baca Juga: Bikin Nangis! Momen Haru 2 Driver Ojol Gotong Royong Bantu Ibu dan Anak di Tengah Flyover

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X