Ia juga berharap perhatian pemerintah pusat, khususnya melalui Partai NasDem, terus hadir dalam bentuk program-program nyata bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian, UMKM, tenun ikat, dan pengolahan hasil perkebunan yang selama ini masih mengandalkan peralatan manual.
Mewakili Julie Sutrisno Laiskodat, Minarni mengatakan bahwa potensi Solor Selatan tidak hanya berada di sektor pertanian, tetapi juga kehutanan dan UMKM. Hal tersebut, kata dia, akan menjadi perhatian dan catatan khusus bagi Julie Sutrisno Laiskodat di tingkat pusat.
“Walaupun Ibu Julie belum bisa hadir karena tugas mendampingi Ketua Umum Partai NasDem ke luar negeri, seluruh aspirasi dari masyarakat akan kami sampaikan. Semua masukan akan dilaporkan langsung ke Jakarta,” ujar Minarni.
Ia juga memperkenalkan Hendrikus Riberru, tenaga ahli Julie Sutrisno Laiskodat di Kabupaten Flores Timur, yang selama ini mengoordinasikan berbagai program dan kegiatan NasDem di wilayah tersebut.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Flores Timur Fraksi NasDem Husen Maser mengatakan bahwa sebelum dirinya menjadi anggota DPRD, Julie Sutrisno Laiskodat telah menitipkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah Solor.
Baca Juga: Manipulasi Laporan Keuangan hingga Fee Gelap, Ini Peran Empat Tersangka Korupsi MTN Bank NTT
“Nilai program yang masuk ke wilayah Solor mencapai lebih dari Rp 2 miliar dan tersebar merata. Ini bukti bahwa perhatian Ibu Julie kepada masyarakat sudah berjalan sejak lama,” kata Husen.
Ia menjelaskan bahwa Julie Sutrisno Laiskodat kini berada di Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan dan anggaran negara.
Meski kondisi fiskal nasional sedang menantang, ia optimistis peluang program akan kembali terbuka setelah 2026.
Baca Juga: Yunus Takandewa Mulai Konsolidasi PDI-P NTT, Awali Safari Politik di Flores Timur
“Kegiatan hari ini menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi agar kepentingan masyarakat Solor bisa diperjuangkan di tingkat pusat,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut ditutup dengan ajakan untuk bersama-sama membangun desa, kecamatan, dan kabupaten, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi pembangunan masyarakat.
Artikel Terkait
Jenazah Korban Pengeroyokan Kalibata Diterbangkan ke NTT, Keluarga Sempat Menolak Pengawalan Polisi
Kasus Lucky dan Delfi: Di Hadapan Wakapolda NTT, Keluarga Minta Otopsi Ulang
Tur Lionel Messi di India Diwarnai Kekacauan, Fans Rusak Stadion Salt Lake
Disorot Mahfud MD, Peraturan Kepolisian Penempatan Polri di Kementerian Dinilai Tak Bertumpu pada UU
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Julie Laiskodat Digelar di Lewograran- Solor, Tekankan Persatuan di Era Globalisasi