REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Duka mendalam menyelimuti keluarga dan warga Desa Nurabelen, Kabupaten Flores Timur, setelah Hendrikus Kwuta (56), korban letusan Gunung Lewotobi Laki- laki, menghembuskan napas terakhir di RSUD Larantuka pada Kamis, 27 Maret 2025.
Hendrikus mengalami luka bakar parah akibat terkena abu panas saat letusan dahsyat terjadi pada Kamis tengah malam, 20 Maret 2025.
Saat itu, ia berada di kebunnya dan menginap di sebuah pondok, tanpa sempat menyelamatkan diri dari amukan gunung berapi yang tiba-tiba meletus.
Baca Juga: Pemuda yang Hilang di Air Terjun Manggarai Barat Ditemukan Tak Bernyawa
Tim medis telah berjuang selama tujuh hari untuk menyelamatkan nyawanya, namun luka yang dideritanya terlalu berat.
Tuhan berkehendak lain, dan Hendrikus akhirnya berpulang dalam perawatan di rumah sakit.
Jenazah almarhum telah diantar kembali ke rumah duka di Desa Nurabelen.
Suasana haru menyelimuti keluarga dan masyarakat setempat yang kehilangan sosok pekerja keras dan penyayang.
Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki pada 20 Maret lalu menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan dampak luas bagi masyarakat sekitar.
Artikel Terkait
Mantan Bupati TTU Tenggelam di Perairan Oebubun, Ditemukan Meninggal Dunia
PT PELNI Cabang Larantuka: Layani Keagenan Kapal dan Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi
Kepala Cabang PELNI Larantuka Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Tiket Kapal
PT. PELNI Pastikan Layanan Beroperasi Selama Periode Lebaran 2025, Yulianto: Bukti Dedikasi untuk Masyarakat
Pemuda yang Hilang di Air Terjun Manggarai Barat Ditemukan Tak Bernyawa