REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) untuk Kabupaten Flores Timur tahun anggaran 2025 tercatat mencapai Rp 1,007 triliun atau 90,39 persen dari total pagu Rp 1,114 triliun.
Dari empat komponen utama TKDD, tiga di antaranya menunjukkan kinerja penyerapan yang relatif tinggi, sementara satu komponen masih tertinggal jauh.
Baca Juga: Flores Timur Terima Dana Transfer 2025 Sebesar Rp 1,11 Triliun, Realisasi Capai 90,35 Persen
DBH Jadi Komponen Terendah dalam Penyerapan
Dana Bagi Hasil (DBH) menjadi komponen dengan realisasi paling rendah.
Dari total pagu Rp 6,04 miliar, baru Rp 2,41 miliar atau 40,01 persen yang berhasil terserap.
Sejumlah subkomponen bahkan mencatat realisasi mendekati nol, di antaranya:
- DBH PPh Pasal 21: 0 persen
- DBH PPh Pasal 25/29 OP: 0 persen
- DBH SDA Perikanan: 100 persen
- DBH SDA Panas Bumi – Iuran Tetap dan Produksi: 100 persen
Kondisi ini membuat DBH menjadi penyumbang serapan terendah dibandingkan komponen TKDD lainnya.
Baca Juga: Paus Leo XIV Sambangi Masjid Biru, Ikon Penting Kota Istanbul- Turki
DAU Menjadi Kontributor Terbesar, Serapan Capai 94,11 Persen
Dana Alokasi Umum (DAU) masih menjadi tulang punggung pembiayaan daerah. Dari pagu Rp 708,10 miliar, telah terealisasi Rp 666,43 miliar atau 94,11 persen.
Beberapa subkomponen DAU mencatat serapan penuh, seperti:
- DAU Bidang Pendidikan: 100 persen
- DAU Pendanaan Kelurahan: 100 persen
Namun, realisasi DAU Gaji Formasi PPPK masih relatif rendah, yakni 44,06 persen.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Fraksi Nasdem Soroti Penurunan Pendapatan dan Minta TPP ASN Flotim Disetarakan
OMC Dikerahkan BNPB, Korban Bencana di Sumatera-Aceh Tembus 174 Jiwa
Dosen–Imam dan Ruang Bimbingan yang Terkunci: Mengurai Dugaan Pelecehan Seksual di Unika Ruteng
Wakapolri Tinjau Pengungsi Erupsi Lewotobi: Resmikan Sumur Bor untuk 2.983 Warga
Paus Leo XIV Sambangi Masjid Biru, Ikon Penting Kota Istanbul- Turki