REPORTASENTT.COM, LARANTUKA – Anggota DPRD Flores Timur dari Fraksi Partai Nasdem, Feris Uhe Koten, kembali turun ke daerah pemilihannya untuk melaksanakan reses masa sidang I tahun sidang II. Reses kali ini digelar di tiga kecamatan, yakni Ile Mandiri, Lewolema, dan Tanjung Bunga.
Titik pertama kegiatan berlangsung pada Sabtu (29/11/2025) di Desa Halakodanuan, Kecamatan Ile Mandiri, yang disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Reses menjadi ruang dialog langsung antara warga dan wakil rakyat, sekaligus sarana menyampaikan saran, kritik, serta kebutuhan mendesak yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Panggil Erick Thohir ke Istana, Ada 3 Instruksi Besar Soal Atlet
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain:
- Perbaikan infrastruktur jalan
- Masalah ketenagakerjaan dan lapangan kerja bagi pemuda
- Persoalan perikanan
- Pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN
Menanggapi hal itu, Feris Uhe Koten menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Baca Juga: Bongkar! Kiprah Irjen Rudi Darmoko, Kapolda NTT yang Bikin Ia Jadi Nominator Terbaik HeForShe 2025
“Puji Tuhan, seluruh usulan yang disampaikan akan saya perjuangkan. Persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu isu besar saat ini, termasuk meningkatnya jumlah sarjana yang menganggur,” kata Feris.
Ia juga menyinggung perubahan regulasi terkait tenaga honorer pasca pemberlakuan UU ASN, yang berdampak pada penyetopan rekrutmen honorer dan pengangkatan PPPK bertahap.
Feris menyampaikan bahwa Pemkab Flores Timur tengah mendorong penempatan tenaga kerja ke luar negeri melalui program pelatihan, termasuk pemagangan ke Jepang, serta rencana perluasan negara tujuan ke Singapura, Brunei Darussalam, dan Abu Dhabi pada tahun anggaran 2026.
Baca Juga: Kongres PSSI NTT 2025 Digelar di Labuan Bajo, Flores Timur Ditunjuk Tuan Rumah Liga 4 2026
Ia menambahkan bahwa saat ini Balai Latihan Kerja (BLK) Lamawalang sedang dibangun dan diharapkan menjadi pusat peningkatan keterampilan generasi muda di Flores Timur.
Masalah Perikanan dan Pengadaan Kapal
Dalam bidang perikanan, Feris mencatat adanya persoalan terkait 30 kapal poliklain, yang kini tersisa 24 kapal yang dapat diproses izinnya.
Ia menyebut pemerintah daerah berencana melakukan kerja sama operasional (KSO) dengan pihak ketiga.
Selain itu, rencana pengadaan satu unit kapal pada 2026 berubah prioritasnya menjadi peningkatan kapasitas pabrik es dari lima ton menjadi sepuluh ton.
Baca Juga: Gara- gara Rokok Hilang di Rumah Guru, Siswa SMK Negeri 1 Borong Pilih Lapor Polisi
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Sambangi Masjid Biru, Ikon Penting Kota Istanbul- Turki
Realisasi TKDD Flores Timur 2025 Capai 90,39 Persen, DBH Masih Tertinggal Jauh
Kongres PSSI NTT 2025 Digelar di Labuan Bajo, Flores Timur Ditunjuk Tuan Rumah Liga 4 2026
Bongkar! Kiprah Irjen Rudi Darmoko, Kapolda NTT yang Bikin Ia Jadi Nominator Terbaik HeForShe 2025
Presiden Prabowo Panggil Erick Thohir ke Istana, Ada 3 Instruksi Besar Soal Atlet