Isu Pemotongan TPP ASN: Feris Luruskan Informasi
Feris juga menyoroti maraknya pemberitaan terkait pemotongan TPP ASN dan PPPK.
Ia menegaskan bahwa gaji dan tunjangan ASN tidak diganggu, sementara TPP merupakan tambahan pendapatan pegawai.
Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah mengajukan skema pemotongan TPP sebesar 25 persen bagi PNS dan 50 persen bagi PPPK, seiring pengajuan pinjaman daerah senilai Rp 10 miliar untuk infrastruktur jalan.
Baca Juga: Fraksi Nasdem Soroti Penurunan Pendapatan dan Minta TPP ASN Flotim Disetarakan
Dalam pembahasan Badan Anggaran, DPRD menilai pinjaman tersebut terlalu kecil dibandingkan beban pembayaran yang muncul.
Setelah dinamika pembahasan, komposisi pemotongan TPP itu dialihkan untuk menambah alokasi pembangunan infrastruktur.
“Dari skema yang dibahas, sekitar Rp 21 miliar berhasil dialihkan untuk pembangunan jalan. Bukan hanya PNS dan PPPK yang dipotong, DPRD juga mengalami pengurangan anggaran,” jelas Feris.
Baca Juga: OMC Dikerahkan BNPB, Korban Bencana di Sumatera-Aceh Tembus 174 Jiwa
Ia menyebut anggaran DPRD yang pada APBD 2025 sebesar Rp 26 miliar, turun Rp 4,3 miliar pada APBD 2026.
Feris menutup kegiatan reses dengan komitmen untuk terus berada di tengah masyarakat dan memastikan aspirasi warga diperjuangkan.
“Kami membutuhkan kritik dan pengawasan publik. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun Flores Timur yang lebih baik,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Sambangi Masjid Biru, Ikon Penting Kota Istanbul- Turki
Realisasi TKDD Flores Timur 2025 Capai 90,39 Persen, DBH Masih Tertinggal Jauh
Kongres PSSI NTT 2025 Digelar di Labuan Bajo, Flores Timur Ditunjuk Tuan Rumah Liga 4 2026
Bongkar! Kiprah Irjen Rudi Darmoko, Kapolda NTT yang Bikin Ia Jadi Nominator Terbaik HeForShe 2025
Presiden Prabowo Panggil Erick Thohir ke Istana, Ada 3 Instruksi Besar Soal Atlet