Bau Menyengat Resahkan Warga Kayu Putih, Polisi Turun Tangan Lakukan Problem Solving

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Senin, 19 Januari 2026 | 20:55 WIB
Petugas Bhabinkamtibmas bersama aparat kelurahan dan TNI memberikan imbauan kepada warga terkait perbaikan pembuangan limbah WC di Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang.  (Foto/TBN Polresta Kupang Kota)
Petugas Bhabinkamtibmas bersama aparat kelurahan dan TNI memberikan imbauan kepada warga terkait perbaikan pembuangan limbah WC di Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang. (Foto/TBN Polresta Kupang Kota)



REPORTASENTT.COM, KUPANG – Bau menyengat dari pembuangan limbah WC meresahkan warga Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Polisi pun turun tangan.



Bhabinkamtibmas Kelurahan Kayu Putih, Polsek Kota Raja, Polresta Kupang Kota, Aipda Jefry Banunaek, melakukan problem solving pada Senin (19/1/2026). Langkah ini merespons keluhan warga berinisial P.W. di RT 016 RW 05.



Keluhan muncul setelah sistem pembuangan limbah WC milik warga berinisial N.K. dinilai tidak sesuai standar. Akibatnya, bau menyengat mengganggu kenyamanan warga sekitar dan berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

 

Baca Juga: Kapolda Sulsel: RS Bhayangkara Makassar Jadi Rujukan Antemortem Pencarian Pesawat ATR Hilang Kontak



Kegiatan problem solving melibatkan lurah setempat, Babinsa, Kasi Pemerintahan, dan Ketua RT 016.

 

Aparat memberikan imbauan langsung agar pemilik WC segera memperbaiki sistem pembuangan limbah.



Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah konflik antarwarga sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan permukiman.

 

Baca Juga: Diduga Hendak Tawuran, Sejumlah Pemuda Jaktim Diamankan Polisi

Kapolsek Kota Raja AKP Leyfrids D. Mada, SH mendukung langkah cepat Bhabinkamtibmas tersebut.

“Kami mendorong setiap persoalan masyarakat diselesaikan cepat dan tepat melalui kerja sama aparat dan warga, agar situasi tetap kondusif,” kata Leyfrids.

Ia menegaskan pendekatan problem solving menjadi prioritas untuk menyelesaikan masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X