Suasana berlangsung hangat di tengah kondisi sekolah yang masih dipenuhi puing bangunan.
Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu, Maria Astinoli, S.Pd, memaparkan dampak kerusakan bangunan terhadap proses pembelajaran.
Ia menyebut sebagian besar ruang kelas tidak lagi dapat digunakan sehingga siswa harus belajar bergantian di ruang darurat.
Baca Juga: Pewartah Flotim Pertanyakan Komitmen Pemda dalam Momentum Hari Pers Nasional ke-81
“Kami berupaya agar kegiatan belajar tetap berjalan meski dalam keterbatasan. Anak-anak tetap datang ke sekolah walaupun harus belajar di bawah tenda,” kata Maria.
Dalam sambutannya, Baskoro menyampaikan rasa prihatin atas musibah tersebut.
Ia mengatakan kehadiran aparat kepolisian di lokasi bukan hanya dalam kapasitas pengamanan, tetapi juga untuk memberi dukungan moral bagi siswa dan guru.
“Musibah ini menjadi duka bersama. Kami ingin memastikan semangat belajar anak-anak tidak ikut runtuh. Pendidikan harus tetap berjalan,” katanya di hadapan para siswa.
Sebagai bentuk dukungan, ia bersama Kapolres Sikka dan jajaran menyerahkan 100 tas berisi buku dan alat tulis, empat papan tulis lengkap dengan perlengkapannya, serta dua unit tenda untuk ruang belajar sementara.
Bantuan tambahan berupa 100 meja dan kursi sekolah dijadwalkan menyusul.
Baca Juga: Serah Terima Dirut RSUP Ben Mboy Kupang, Ombudsman NTT Tekankan Evaluasi dan Reformasi Pelayanan
Usai penyerahan bantuan, rombongan meninjau langsung bangunan sekolah yang roboh.
Mereka juga berdialog dengan guru dan masyarakat mengenai kebutuhan mendesak agar kegiatan belajar dapat berlangsung lebih layak.
Kunjungan berakhir sekitar pukul 08.46 WITA. Di tengah keterbatasan fasilitas akibat robohnya bangunan sekolah diterjang cuaca ekstrem, siswa SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu tetap menjalani pembelajaran di bawah tenda darurat, sembari menunggu proses pemulihan sarana pendidikan di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Ombudsman NTT Warning Praktik Pungutan PIP, Masyarakat Diminta Aktif Melapor
Kolaborasi Yayasan Senovis dan Anggota DPR RI Berbuah Manis, Petani Muruone Targetkan 12 Ton Jagung per Tahun
Pewartah Flotim Pertanyakan Komitmen Pemda dalam Momentum Hari Pers Nasional ke-81
Penyisiran Intensif Hari Kedua: Kronologi Lengkap Penemuan Mateus Rohi di Perairan Wuring
Kontroversi Wakaf Al-Qur’an, Taqy Malik dan Randy Permana Bersilang Data Soal Harga Mushaf