REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Kelurahan Larantuka, di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan setelah Lurah Petrus Ignasius Diaz meluncurkan gerakan berani yang mengubah kebiasaan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian laut.
Melalui kolaborasi dengan berbagai kelompok, pemerintah kelurahan berhasil mengambil langkah tegas untuk melindungi ekosistem laut.
Dalam inisiatif ini, Lurah Ignas Diaz, bekerja sama dengan kelompok Berguna, yang menjalankan program bertajuk 'Laut Adalah Masa Depan'.
Baca Juga: Polisi Selamatkan Korban dari Kebakaran Dua Rumah Kontrakan, Kapolsek Perintahkan Hal Ini!
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan bersama.
Selain itu, Pokmaswas Sandominggo telah berhasil mendirikan Kawasan Perlindungan Terumbu Karang Larantuka, dengan luas mencapai 15.000 meter persegi.
Sejak Februari 2023, kawasan ini telah menjadi lokasi rehabilitasi terumbu karang.
Baca Juga: Drama di Perairan Labuan Bajo: Polisi Bekuk Dua Pelaku Penipuan Rp250 Juta Tanpa Perlawanan!
Proses pemulihan dilakukan melalui metode transplantasi menggunakan media spiderweb, yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan terumbu karang yang rusak.
Kawasan perlindungan tersebut secara resmi ditutup guna mencegah perusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh praktik tradisional menangkap ikan, seperti metode Bekarang dan Menyulo, yang masih digunakan oleh sebagian masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Lurah Ignasius Diaz dan jajarannya untuk melestarikan lingkungan laut yang kaya akan keanekaragaman hayati dan menjadi sumber penghidupan bagi warga sekitar.
"Sejak saya jadi Lurah, saya bentuk kelompok yang namanya Pokmaswas (Kelompok Pengawas Masyarakat) Sandominggo, mereka ini dibentuk dengan SK Lurah kemudian diusulkan ke provinsi melalui dinas
Kelautan dan Perikanan," kata Lurah Ignasius kepada Reportase NTT belum lama ini.
Artikel Terkait
RS Polri: Tujuh Keluarga Serahkan Data Antemortem untuk Identifikasi Jasad Remaja, Apa yang Terjadi?
Perjuangan Viki Jemadu: Bocah 12 Tahun Asal Lembor yang Kembali ke Sekolah Berkat Bantuan Tak Terduga dari Kapolsek
ABK Kapal Tenggelam di Pelabuhan Terong Ditemukan: Temuan Mengejutkan Nelayan di Hari Kelima Pencarian
Drama di Perairan Labuan Bajo: Polisi Bekuk Dua Pelaku Penipuan Rp250 Juta Tanpa Perlawanan!
Polisi Selamatkan Korban dari Kebakaran Dua Rumah Kontrakan, Kapolsek Perintahkan Hal Ini!
Jelang Balapan MotoGP, Pengamanan di Sirkuit Mandalika Diperketat