Proses latihan dilakukan di alam terbuka, seperti ladang, pantai, dan bukit, yang memperkuat keterhubungan dengan Ibu Tanah.
Rin Wali, Ketua Nara Teater, menyebut karya ini sebagai puncak dari visi kolektif kelompoknya.
Baca Juga: Misteri Mobil Dinas RI 36: Siapa Penggunanya? Para Menteri Membantah, Patwal Dihukum!
“Kami berkarya dan tumbuh dalam keterbatasan. Berproses dengan sabar selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapat dukungan dari program Indonesiana,” ungkapnya.
Pentas ini bertujuan membongkar narasi kolonial, mendidik masyarakat, memperkuat kohesi sosial, dan membangun budaya saling topang.
Seperti yang diungkapkan Jhon Dasilva, aktor senior Nara Teater, teater bagi mereka adalah ruang refleksi dan perjuangan nurani.
Baca Juga: Ini Alasan Polres Ende Terapkan Sistem Buka Tutup di Lokasi Longsor KM 4 Jalan Raya Ende- Bajawa
“Teater hadir sedekat-dekatnya dengan persoalan hidup masyarakat. Seni adalah daya hidup, perjuangan nurani, dan corong kritisisme publik,” katanya.
Martin Kabelen, salah satu aktor, turut menambahkan bahwa semangat kolektif dan komitmen tinggi menjadi fondasi utama Nara Teater. Walau memiliki kesibukan mengajar di SMP Panca Marga Kolimasang, ia tetap mengikuti latihan dengan disiplin.
Pentas “Ibu Tanah” tidak hanya menjadi medium seni, tetapi juga sarana edukasi dan rekonsiliasi kultural, membawa harapan baru bagi masyarakat Lamaholot. (Elen Labina)
Artikel Terkait
Misteri Mobil Dinas RI 36: Siapa Penggunanya? Para Menteri Membantah, Patwal Dihukum!
Pengakuan Raffi Ahmad: Pakai Mobil RI Plat 36, Seskab Mayor Teddy Berikan Teguran!
Akun Facebook Dibajak! Michael Hontong Datangi Polda Sulut
IKTL Larantuka Serahkan SK kepada Pejabat Struktural Terpilih Periode 2025-2028
Polemik RS Pratama Solor, Theo Wungubelen Sindir Kontraktor: Jangan Berlindung di Balik Masa Pemeliharaan!
Afro Farm II Helanlangowuyo Dorong Pemeliharaan Ayam KUB dengan Pola Ramah Lingkungan