“Hubungan senior-junior harus dilandasi kehormatan, bukan kekerasan,” katanya.
Baca Juga: Ketimpangan Fiskal Daerah Jadi Sorotan, Pemda Flores Timur Inisiasi Seminar Nasional Soal Desentralisasi yang Kian Memudar
Kasus Prada Lucky memperlihatkan celah besar dalam sistem pengawasan dan pembinaan di tubuh militer.
Budaya kekerasan, sering dibungkus istilah “pembinaan”, menjadi warisan yang belum sepenuhnya diputus.
Pakar menilai, tanpa reformasi mendasar, kekerasan serupa hanya akan berganti wajah dan korban.
Baca Juga: Polda NTT Gerebek Kios di Pasar Oesao, Beras Diduga Tak Sesuai Standar Premium
Tragedi Prada Lucky menguak sisi gelap relasi kuasa di lingkungan barak, budaya diam yang sering kali lebih keras dari jeritan korban.
Artikel Terkait
Dua Tersangka Pengeroyokan di Fatululi Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kupang
Menelusuri Kapal Hantu di Perairan Rote Ndao: Polisi Amankan Warga Asing dan ABK Asal Sultra
Lahirnya Youth Wing PGRI Flores Timur: Gerakan Diam-diam yang Mengubah Wajah Pendidikan
Bukan Pembegalan, Ini Kronologi Penganiayaan Perempuan di Labuan Bajo
PMKRI Tantang Ketegasan Kapolda NTT, Bahas Kasus Fian Rumen hingga Korupsi Saroja