Forkopimda Turun Gunung ke Konflik Adonara Timur, Dari Polisi hingga DPRD Sepakat Damai Tak Cukup Tanpa Proses Hukum

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Senin, 11 Mei 2026 | 18:32 WIB
Forkopimda Flores Timur mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral di Polres Flores Timur guna mempercepat penanganan konflik sosial Adonara Timur secara terpadu. (Foto TBN Polres Flotim)
Forkopimda Flores Timur mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral di Polres Flores Timur guna mempercepat penanganan konflik sosial Adonara Timur secara terpadu. (Foto TBN Polres Flotim)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Konflik sosial antarwarga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, mendorong unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat langkah penanganan terpadu melalui jalur hukum dan rekonsiliasi sosial.

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral digelar di Ruang Vicon Polres Flores Timur pada Minggu (10/5/2026) malam.

Pertemuan itu melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, DPRD, kejaksaan, pengadilan, hingga Brimob untuk menyamakan langkah penanganan konflik antara warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur.

 

Baca Juga: Adonara Timur Dijaga Ketat, Polisi Minta Warga Tak Terpancing Isu di Tengah Situasi yang Masih Sensitif



Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan penyelesaian konflik tidak hanya bertumpu pada perdamaian sosial, tetapi juga tetap mengedepankan proses hukum terhadap perkara yang sedang ditangani aparat kepolisian.

“Mediasi sosial penting untuk menjaga hubungan masyarakat tetap harmonis, tetapi proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku,” kata Adhitya usai rapat koordinasi di Mapolres Flores Timur, Minggu malam.

Ia menilai penyelesaian konflik harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan berkepanjangan di tengah masyarakat.

 

Baca Juga: Mediasi Virtual Sengketa Tenaga Kerja di Lewoleba Belum Temui Titik Akhir, Perhitungan UMK dan Lembur Jadi Sorotan

 

Menurut dia, dukungan semua pihak diperlukan agar situasi keamanan di wilayah Adonara Timur kembali stabil.

Dalam forum tersebut, peserta rapat mendukung langkah penegakan hukum yang dilakukan Polres Flores Timur secara profesional dan terukur.

Pada saat bersamaan, pendekatan sosial berbasis dialog, mediasi, dan rekonsiliasi adat juga dinilai penting untuk menjaga hubungan persaudaraan antarwarga.

 

Baca Juga: Kabur dari Penjara, RDF Diduga Lakukan Pencurian Selama Pelarian di Rote Ndao



Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Boli Uran bersama DPRD Flores Timur kemudian melanjutkan rapat internal setelah forum koordinasi selesai digelar.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X