Paus yang Tak Pernah Kembali, Argentina Berduka atas Kepergian Sang Pahlawan Nasional

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Selasa, 22 April 2025 | 07:03 WIB
Seorang Biarawan saat bediri di hadapan foto Paus Fransiskus. (Foto tangkapan layar Vatikannews)
Seorang Biarawan saat bediri di hadapan foto Paus Fransiskus. (Foto tangkapan layar Vatikannews)

 

 

REPORTASENTT.COM, BUENOS AIRES- Dua belas tahun setelah merayakan momen bersejarah penobatan Jorge Bergoglio sebagai Paus Fransiskus, Argentina kini larut dalam duka.

Negara di ujung selatan Amerika itu kehilangan salah satu putra terbaiknya yang tak pernah sempat kembali ke tanah kelahiran.

Suasana duka terasa kental di ibu kota Buenos Aires pada Senin (21/4/2025) pagi waktu setempat.

Warga berkumpul di luar Katedral Metropolitan Argentina, banyak di antaranya tak kuasa menahan air mata, ketika pemimpin-pemimpin politik satu per satu memasuki gereja untuk menghadiri misa penghormatan terakhir bagi Paus Fransiskus.

 Baca Juga: Investasi Rp27 Triliun Microsoft untuk Indonesia: Apa yang Sebenarnya Sedang Dipersiapkan?

Di seberang alun-alun, bendera nasional berkibar setengah tiang di atas gedung Casa Rosada, atas perintah Presiden Javier Milei, yang juga menyatakan tujuh hari masa berkabung nasional.

“Dia adalah seorang Paus yang berbicara untuk kaum miskin, yang lemah, dan yang tersisih,” kata Manuel Dillon, 70 tahun, seorang pengacara yang merupakan mantan tetangga Bergoglio di lingkungan Flores, Buenos Aires.

“Dia orang yang sangat rendah hati, bahkan saat sudah jadi uskup. Dia masih naik bus, kereta, sama seperti kami.”

 Baca Juga: Viral Dugaan Pemotongan Gaji Karyawan karena Salat Jumat, DPR dan MPR Bereaksi

Fransiskus, yang wafat pada usia 88 tahun setelah berbulan-bulan berjuang melawan penyakit pernapasan, dikenal dunia sebagai sosok sederhana yang tetap membumi meski menempati posisi tertinggi di Gereja Katolik.

Salah satu kisah yang kerap dikenang adalah ketika, tak lama setelah terpilih menjadi Paus, ia secara pribadi menelepon kios korannya di Buenos Aires untuk membatalkan langganan.

Meski telah berkeliling dunia sejak 2013, Paus Fransiskus tak pernah sekalipun kembali menjejakkan kaki di Argentina.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X