“Dia tetangga biasa, kadang menyapu trotoar depan rumah,” cerita Cristina Marcheschi (77), salah satu tetangga lamanya.
Selain Flores dan sepak bola, ada satu tempat lain yang tak kalah penting dalam hidup Paus Fransiskus, kawasan kumuh Buenos Aires.
Baca Juga: Presiden Prabowo Kenang Paus Fransiskus: Dunia Kehilangan Sosok Panutan Perdamaian
Sebagai uskup agung, Bergoglio dikenal dekat dengan kaum marginal.
Ia rutin mengunjungi vila-vila, bahkan memimpin misa di tengah masyarakat yang hidup dalam kesulitan.
"Dia selalu hadir di tengah kami. Tidak ada jarak antara Paus dan rakyat," kata Pastor Lorenzo de Vedia, yang akrab disapa Padre Toto.
Baca Juga: Polresta Kupang Kota Kerahkan 550 Personel Amankan Prosesi Paskah Pemuda GMIT
Bergoglio juga punya tradisi unik, setiap 8 Desember ia selalu hadir dalam perayaan pesta Perawan Maria di Villa 21-24, salah satu permukiman kumuh terbesar di kota itu.
“Dia memastikan ada pendeta di setiap permukiman miskin,” ungkap Pastor Guillermo Torres, yang lebih dari dua dekade melayani di Villa 31.
Bergoglio membuktikan bahwa Gereja bukan sekdar bangunan megah, melainkan hadir di jalanan, di lapangan bola, dan di hati kaum miskin.
Artikel Terkait
Viral Dugaan Pemotongan Gaji Karyawan karena Salat Jumat, DPR dan MPR Bereaksi
Investasi Rp27 Triliun Microsoft untuk Indonesia: Apa yang Sebenarnya Sedang Dipersiapkan?
Paus yang Tak Pernah Kembali, Argentina Berduka atas Kepergian Sang Pahlawan Nasional
Jokowi Sampaikan Bela Sungkawa atas Wafatnya Paus Fransiskus: Keteladanan dan Kasihnya Abadi
Dokumen Pribadi Paus Fransiskus Dibuka! Ini Wasiat Rohani tentang Akhir Hidupnya