BNPB Putuskan Evakuasi Warga dalam Radius 7 Km: Relokasi Permanen Segera Dibangun!

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Jumat, 23 Mei 2025 | 21:37 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto. (Foto BNPB)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto. (Foto BNPB)

 

REPORTASENTT.COM, KUPANG-  Gunung Lewotobi Laki- laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan.

Setelah erupsi signifikan pada 18 Mei 2025, status gunung ini resmi dinaikkan menjadi Level IV (awas) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, menyatakan tidak ada pilihan lain selain evakuasi total warga yang berada dalam radius 7 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Baca Juga: Pemerintahan Presiden Prabowo Catat Rekor Penyaluran FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Kita harus relokasi warga ke tempat yang lebih aman. Hidup berdampingan dengan gunung api memang harus, tapi dengan batas aman yang ketat,” tegas Suharyanto dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur NTT, Kamis (22/5).

Rapat yang juga dihadiri oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Flores Timur, dan perwakilan lintas kementerian ini menyepakati langkah terpadu untuk mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) di lokasi Noboleto.

Targetnya sekitar 500 rumah layak huni akan segera dibangun, menggantikan hunian sementara yang selama ini ditempati para pengungsi.


Baca Juga: Sebenarnya Kartu Nusuk Itu Apa? Mengungkap Rahasia Pentingnya Saat Ibadah Haji di Arab Saudi!

“450 kepala keluarga sudah tinggal di huntara tahap I dan II, namun ini hanya sementara. Warga berhak mendapatkan rumah permanen yang aman dan layak,” kata Suharyanto.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, Kementerian Perumahan, dan Kementerian Agraria serta sejumlah lembaga terkait bekerja sama membangun akses jalan, hunian, legalitas, serta fasilitas air bersih dan listrik di lokasi relokasi.

Rumah contoh telah didirikan agar warga bisa memilih antara relokasi ke huntap atau relokasi mandiri dengan memperhatikan radius aman.

Baca Juga: Pengeroyokan di Desa Sinarhading, Polres Flores Timur Ungkap Dalang dan Penyebab Sesungguhnya

Gubernur Emanuel mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan daerah serta berharap gotong royong ini mempercepat pemulihan masyarakat terdampak erupsi.

“Solidaritas harus terus dijaga agar penderitaan warga bisa segera berakhir,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X