“Kalau di Komisi V Bang Adian bilang aplikator kejam, promo ojol itu bohong, maka di sini saya katakan Telkomsel kejam, karena melenyapkan sisa kuota pengguna,” ujarnya lantang.
Ia menuntut evaluasi menyeluruh dan transparansi dari Telkomsel maupun Kementerian BUMN terkait perlakuan terhadap kuota pelanggan.
“Sisa kuota itu tidak sedikit. Boleh kami diberikan hitung-hitungannya? Terus kemana sisa kuota ini? Jangan-jangan masuk ke laporan laba,” tuding Sadarestuwati.
Baca Juga: Pendapatan RSUD Hendrikus Fernandez Anjlok Imbas Turun Kelas, Ini kata Bupati Doni Dihen
Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut berpotensi merusak kepercayaan masyarakat dan mengancam loyalitas pelanggan.
“Jangan sampai rakyat lari dari Telkomsel. Tapi kalau lari, mau ke mana?” katanya.
Artikel Terkait
Terungkap! Pengeroyokan di Wisuda Kupang, Ini Motif dan Kronologinya
Guru dan Nakes di Papua, Profesional Bukan Militer: TNI Beri Klarifikasi Tegas
Panglima TNI Dampingi Wapres Gibran Panen Raya Tebu: Dorong Swasembada Gula Nasional
Dampak Erupsi Lewotobi Terasa di Labuan Bajo, Warga Diminta Pakai Masker
Polres Flores Timur Bersihkan Abu Vulkanik di Jalan Nasional Larantuka–Maumere