Selain pembangunan infrastruktur kesehatan, Prabowo menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia.
Ia menilai jumlah dokter dan tenaga medis di Indonesia masih jauh dari ideal, sehingga perlu dilakukan percepatan penambahan tenaga kesehatan.
“Kita butuh banyak dokter, dokter gigi, perawat, dan paramedis. Karena itu, pendidikan kedokteran juga harus diperluas secara besar-besaran,” katanya.
Baca Juga: 8 Warga Sikka Nyaris Diselundupkan ke Kaltim, Polisi Bongkar Modus Perekrut Ilegal
Prabowo mengungkapkan pemerintah akan membuka hingga 30 fakultas kedokteran baru serta menambah kuota mahasiswa di fakultas kedokteran yang sudah ada.
Ia bahkan menargetkan pemberian beasiswa penuh untuk sebagian besar mahasiswa di bidang kedokteran dan keperawatan.
“Kalau bisa semuanya dapat beasiswa penuh. Dengan begitu, kebutuhan tenaga kesehatan bisa kita kejar,” tambahnya.
Baca Juga: Puskesmas Peot Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor DPRD Manggarai Timur
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo berharap RS KEI dapat menjadi acuan bagi rumah sakit lain di Indonesia.
Dengan fasilitas yang lengkap dan teknologi mutakhir, ia optimistis layanan kesehatan jantung di Indonesia bisa ditingkatkan.
Artikel Terkait
Tim Tabur Kejati NTT Tangkap Terpidana 8 Tahun di Perkebunan Sawit Kalimantan Tengah, Dipulangkan Secara Estafet ke Kupang
8 Warga Sikka Nyaris Diselundupkan ke Kaltim, Polisi Bongkar Modus Perekrut Ilegal
Urusan Pemerintahan Konkuren: Dasar Hukum Kewenangan PUPR Kabupaten dalam Pembangunan Talud
Kasus Kematian Prada Lucky: Victor Laiskodat Desak Transparansi Proses Hukum di Pengadilan Militer
Cemburu di Kamar Kos: Pemuda Kupang Aniaya Kekasih Setelah Temukan Chat Misterius