Perburuan Gelap di Papua: Burung Langka Biak Numfor Diburu hingga Nyaris Punah!

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Senin, 10 Februari 2025 | 19:01 WIB
Burng Sikatan Biak betina sedang bertengger di ranting pohon. Betina berwarna atas hitma dan bawah putih. (Foto: hbw)
Burng Sikatan Biak betina sedang bertengger di ranting pohon. Betina berwarna atas hitma dan bawah putih. (Foto: hbw)

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Papua kembali menghadapi ancaman serius terhadap keanekaragaman hayatinya. Eksploitasi dan perdagangan ilegal burung langka semakin marak terjadi, terutama di Kabupaten Biak Numfor.
 
Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu, meminta agar praktik ini harus segera dihentikan karena berpotensi merusak ekosistem serta mengancam kekayaan alam Indonesia.

"Burung-burung ini, termasuk burung siang yang saya maksud, adalah satwa langka yang hanya ada di daerah kita. Sangat disayangkan jika terus diperjualbelikan ke luar daerah tanpa izin. Ini adalah aset dan kekayaan alam yang harus kita lestarikan, bukan untuk dieksploitasi," ujar Ruth usai pertemuan dengan Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) Zona Timur, Ambon, Senin (10/2/2025).
 
Baca Juga: Polri Buka Jalur Khusus bagi Hafiz dan Hafizah Berprestasi, Kesempatan Emas! Ini Syaratnya

Selain burung siang, Ruth juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap satwa lain seperti kakatua jambul kuning dan kakatua jambul merah muda yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia Timur.
 
Ia berharap instansi terkait, termasuk BAKAMLA, dapat berperan lebih aktif dalam mengawasi dan menindak tegas perdagangan ilegal satwa tersebut.

"Harapan saya, dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki BAKAMLA, kita bisa bekerja sama untuk mengatasi persoalan ini. Jangan sampai satwa-satwa indah ini punah dari daerah kita," lanjutnya.
 
Baca Juga: Dampak Pemangkasan Anggaran LPSK Ancam Perlindungan Saksi dan Korban Kejahatan

Ruth juga mengajak pemerintah, aparat penegak hukum, serta masyarakat untuk bersatu dalam menjaga kelestarian satwa langka sebagai bagian dari kekayaan alam yang tidak boleh diperjualbelikan sembarangan.

"Mari kita bekerja sama menjaga kekayaan alam kita. Kita harus memastikan bahwa satwa-satwa langka ini tidak punah akibat eksploitasi berlebihan. Saya berharap kerja sama ini bisa dimulai dari sekarang dan terus berlanjut ke depannya," pungkasnya.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X