Kalimat itu menggema tak hanya di aula kantor bupati, tetapi menetes ke dusun-dusun jauh, ke telinga para nelayan yang bangun sebelum fajar, dan ke dada para petani yang masih menyimpan mimpi walau ladangnya kering.
Sebuah Harapan dari Timur, Sebuah Gema dari Sunyi
Iskandar Lakamau bukan datang untuk menjadi tokoh. Ia datang untuk menjadi jembatan, antara sejarah dan masa depan, antara rakyat dan negara, antara akar dan langit.
Dari lorong sunyi birokrasi, ia kini melangkah sebagai matahari pagi bagi Alor, menyebarkan terang perlahan, tanpa hiruk, tapi pasti.
Karena memang, dalam dunia yang bising oleh pencitraan, sesekali kita butuh seorang pemimpin yang datang dari sunyi.
Baca Juga: Heboh! Prabowo Goyang Gemu Fa Mi Re Bareng Timnas Usai Bantai China
Sunyi yang menyimpan gema. Gema yang membangkitkan.
Dan di situlah, Alor sedang bangkit, bukan dari istana, tapi dari akar.
Artikel Terkait
WPNA Tuding Indonesia Jajah Tanah Surga Papua Barat demi Nikel di Raja Ampat
Kepala Dinas P2KB Kabupaten Alor Diminta Gantikan PPK dan Pejabat Pengadaan, Sius Djobo Soroti Hal Ini!
"Bang Udah Bang!" Jepang Hajar Indonesia 6-0, Netizen: Aura Penjajahan Terlalu Kuat
Pemerintah RI Akhirnya Cabut Izin 4 Tambang Nikel di Raja Ampat, Terancam Jerat Pidana!
Foto Raja Ampat Rusak Gara- gara Tambang, Menteri Bahlil Ngamuk: Itu Hoax, Izin 4 Perusahaan Dicabut!