Bersama Rocky Winaryo, ia membentuk pasangan “IS THE ROCK”, sebuah tagline yang awalnya terdengar seperti gurauan, namun ternyata menjadi mantra kemenangan.
30.849 suara sah bukan sekedar angka. Itu adalah bisikan rakyat yang selama ini merasa dilupakan.
Dari Tanah ke Laut, Dari Rakyat ke Negara
Tak perlu menunggu setahun, bahkan setengahnya pun tidak.
Dalam bulan pertama kepemimpinan, Iskandar menggenggam cangkul, bukan pena, menghidupkan kembali harapan, bukan sekedar program.
Ia menyerahkan traktor ke petani, bukan hanya untuk swasembada pangan, tapi untuk menumbuhkan harga diri yang selama ini kering di ladang sendiri.
Baca Juga: Polisi Gelar Patroli Lampu Biru di Kupang, Pemotor Knalpot Brong Kocar- kacir!
Ia memimpin sendiri GTRA,karena baginya, tanah bukan sekedar aset, tapi warisan sejarah.
Dalam peresmian Wisata Mangrove Pesinghong, ia berdiri di hadapan laut, bukan sekedar membuka kawasan wisata, tetapi membuka masa depan bagi nelayan, ibu-ibu pengolah hasil laut, dan anak-anak yang kini bisa bermimpi menjadi pemandu wisata, bukan hanya buruh musiman.
Memimpin dengan Hati, Membangkitkan dari Akar
Visinya bukan jargon. “Alor Bangkit: Tanah Bertuan, Laut Berdaulat, Rakyat Berdaya” adalah janji yang dilafalkan tanpa suara keras, tapi dijalankan dengan langkah pasti.
Ia menyadari, kekuasaan bisa digenggam oleh siapa saja, tetapi kepercayaan hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar hadir di hati rakyat.
Dalam pidato perdananya, ia berkata lirih, “Pemimpin itu bukan soal kursi, tapi soal hati dan bukti.”
Artikel Terkait
WPNA Tuding Indonesia Jajah Tanah Surga Papua Barat demi Nikel di Raja Ampat
Kepala Dinas P2KB Kabupaten Alor Diminta Gantikan PPK dan Pejabat Pengadaan, Sius Djobo Soroti Hal Ini!
"Bang Udah Bang!" Jepang Hajar Indonesia 6-0, Netizen: Aura Penjajahan Terlalu Kuat
Pemerintah RI Akhirnya Cabut Izin 4 Tambang Nikel di Raja Ampat, Terancam Jerat Pidana!
Foto Raja Ampat Rusak Gara- gara Tambang, Menteri Bahlil Ngamuk: Itu Hoax, Izin 4 Perusahaan Dicabut!