Isu dampak lingkungan dan tata kelola izin menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk DPRD Jawa Timur yang sempat meminta klarifikasi dari Abdullah Azwar Anas saat menjabat Bupati Banyuwangi.
Kritik dari kelompok masyarakat sipil terus muncul, terutama terkait keterbukaan data perizinan serta akuntabilitas kebijakan pertambangan di daerah tersebut.
Baca Juga: Satlantas Polres Ende Intensifkan Kamseltibcarlantas, Terminal dan Jalan Nenas Jadi Sasaran
Desakan Audit dan Keterbukaan Data
Fauzan memandang persoalan ini menyangkut kredibilitas pengelolaan sumber daya alam daerah. Ia mendorong dilakukan audit menyeluruh terhadap proses penerbitan dan pengalihan IUP.
“Tambang emas adalah aset strategis. Setiap kebijakan harus berpihak pada kepentingan rakyat. Kalau ada pelanggaran, proses hukum perlu berjalan sesuai aturan,” ucapnya.
Isu dugaan pelanggaran IUP tambang emas Tumpang Pitu diperkirakan terus berkembang seiring meningkatnya desakan publik agar pengelolaannya dibuka secara terang dan dapat dipertanggungjawabkan.
Artikel Terkait
Sengketa Satu Huruf di MK: Duta Bahasa Sumsel Uji Konstitusionalitas Nama Daerah
Badan Gizi Nasional Raih Nusantara Sustainability Award 2026, Dinilai Dorong Ekonomi Lokal Berkelanjutan
Rumah Walet Aktif di Samping Dapur MBG, BGN Minta SPPG Banyudono Pindah Lokasi
Waspada “Penumpang Gelap” Reformasi Polri, Habiburokhman Singgung Agenda Tersembunyi di Balik Narasi Kritis
Kepala BGN Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden, Mengurai Peran Kunci Dadan Hindayana dalam Proyek Besar MBG Nasional