Buntut Tragedi kecelakaan Bus Siswa di Depok, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Tur Belajar

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Kamis, 16 Mei 2024 | 08:36 WIB
Bus terbalik.  (Foto desian Tim Reportase NTT )
Bus terbalik. (Foto desian Tim Reportase NTT )

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Pemerintah diminta memperketat pengawasan terhadap kegiatan study tour (tur belajar) yang sudah menjadi kegiatan ‘wajib’ di sekolah-sekolah

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menyusul tragedi kecelakaan bus yang membawa siswa SMK Lingga Kencana Kota Depok saat melakukan study tour ke Ciater, Subang, Jawa Barat, baru-baru ini.

Faqih mengatakan, perlu juga dievaluasi menyeluruh mengenai tujuan, manfaat, dan kelayakan program yang sudah menjadi agenda tahunan di sekolah tersebut.

Baca Juga: Bungkam Kebebasan Pers Tanah Air, DPR Rencanakan Revisi UU Penyiaran

"Turut belasungkawa kepada para keluarga korban tragedi kecelakaan, dan mendesak pihak yang bertanggung jawab dihukum sesuai dengan perundangan yang berlaku," katanya.

Ia pun meminta pemerintah pusat dan daerah untuk mengevaluasi kegiatan study tour agar lebih terarah dan sesuai dengan asas, tujuan, dan kemanfaatan dalam Pendidikan para siswa.

“Misalnya perjalanan tur ke museum, pusat konservasi alam, atau instansi yang memberi edukasi dalam bidang-bidang tertentu,” imbuh Politisi Fraksi PKS ini.

Baca Juga: Hadiri Rakor Samsat, Kepala Ombudsman NTT Sampaikan Komplain dan Hasil Monitoring Layanan

Selain itu, kegiatan study tour yang bertujuan ke lokasi yang jauh, bahkan lintas provinsi dan lintas pulau sebaiknya ditinjau ulang.

 “Kegiatan ini tentu berbiaya besar dan bisa memberatkan bagi orangtua/wali siswa, kemudian ada faktor kelayakan dan keamanan yang harus dipenuhi dalam perjalanan tur jarak jauh tersebut,” urai Mantan Kepala Sekolah di suatu SMK di daerah Tegal tersebut.

Kegiatan study tour yang dilakukan di dalam kota juga dapat menjadi opsi yang terbaik, selain lebih murah dan lebih singkat waktu tempuhnya. 

Baca Juga: Jelang WWF 2024, Polda NTB Perketat Akses Menuju Pulau Bali 

“Tentu disesuaikan dengan tujuan dan manfaat yang mau diambil, karena kemungkinan besar masih banyak potensi di sekitar kota atau kabupaten sesuai domisili sekolah yang dapat menambah wawasan bagi siswa,” tambah dia.

Dengan begitu, sebenarnya kegiatan study tour dalam kota juga dapat membantu meningkatkan perekonomian UMKM di wilayah asal/ domisili sekolah tersebut.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X