Apalagi kata Bernad, Lamahelan dijadikan sebagai desa Wista kurang lebih baru setahun.
"Upaya kami di Pokdarwis adalah promosi, membangun jaringan bersama pemerintah desa, Kabupaten hingga pusat," katanya.
Baca Juga: Pencurian Emas di Toronto yang Termasuk dalam Serial Netflix, Enam Pria Ditangkap
Ia juga meminta dukungan dari insan media (wartawan) baik lokal maupun Nasional urnuk turut serta berpartisipasi bersama Pokdarwis Helanlangowuyo dengan mempromosikan desa wisata Lamahelan ke publik.
"Kami juga sudah ada kerja sama dengan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo. Direktur utama BOP Labuan Bajo juga Shana Fatina sudah pernah mengunjungi desa Wisata Helanlangowuyo," katanya.
Selain itu Bernad mengatakan bahwa selain wisata budaya, di Lamahelan juga terdapat orang (suku) yang menjadi juru kunci Gunung Boleng (ile Boleng).
Baca Juga: Kembalinya Liverpool Gagal Melawan Atalanta Meskipun Salah Mencetak Gol Lebih Awal
"Ini juga kami jadikan sebagai salah salah destinasi wisata. Jadi ritual Pao Ile misalnya, itu ritual yang dilakukan setahun sekali. Maka para turis baik domestik maupun mancanegara bisa mengikuti ritual itu dengan tetap mematuhi seluruh pantangan dan larangan di gunung," ungkapnya.
Sepanjang kunjungan para wisatawan di Lamahelan oleh para turis Bernad menjelaskan, khususnya mancanegara, mereka lebih tertarik dengan melihat kebudayaan, seperti tarian adat, perkampungan adat, proses pembuatan kain, sarung adat.
"Narasi- narasi budaya juga sangat diminati oleh para turis, seperti bagaimana kita menjelaskan mengapa kain tenun dijual mahal, karena ada satu tumbuhan pewarna kain itu sangat sulit didapatkan. Karena tumbuhan itu ada hanya pada saat musim hujan," katanya.
Baca Juga: Guardiola Bangga City melakukan Segalanya, Meski Tersingkir dari Eropa
Narasi- narasi inilah katanya, merupakan nilai lebih dari kunjungan para wisatawan ke kampung Lamahelan.
Untuk pengembangan pariwisata di desa Helanlangowuyo, Bernad menyampaikan, dengan dibentuknya Pokdarwis harapan mereka kedepan adalah baik pemerintah desa, hingga pusat tetap menaungi, dan terus mengikuti perkembangan- perkembangan Pokdarwis yang mereka bentuk.
Sementara itu, Kepala desa Helanlagowuyo antar waktu Marselinus Mamo Tapo kepada wartawan di kediamannya mengatakan, saat ini Kelompok Sadar Wisata desa Helanlangowuyo terus berkembang.
Artikel Terkait
Guardiola Bangga City melakukan Segalanya, Meski Tersingkir dari Eropa
Kembalinya Liverpool Gagal Melawan Atalanta Meskipun Salah Mencetak Gol Lebih Awal
Pencurian Emas di Toronto yang Termasuk dalam Serial Netflix, Enam Pria Ditangkap
Risiko Penyebaran Flu Burung ke Manusia Merupakan Kekhawatiran Besar WHO
UBBPd6 dan 12 SFP SM 10G milik Telkomsel Dicuri, Korban Alami Kerugian Rp.120 Juta