Kehadiran Erna Ruing sebagai figur yang peduli terhadap pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan ekonomi desa, memberikan dorongan moral bagi warga setempat.
Ia turut membantu menata kawasan mangrove dengan sentuhan estetika dan edukasi, termasuk mengembangkan lahan garam sebagai pelengkap atraksi wisata.
“Erna Ruing memberi kami semangat baru. Kami ingin menjadikan hutan mangrove ini sebagai kebanggaan Muruone, sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan dan warisan budaya,” tambah Fransiskus.
Baca Juga: Dua Belas Tahun Menembus Bukit Hada Kewa, Demi Hidup dan Harapan Warga Pedalaman
Selain hutan mangrove Muruone, Lembata telah lebih dahulu dikenal dengan destinasi-destinasi eksotis seperti pendakian Gunung Ile Werung di Desa Lerek, Dapur Alam Watuwawer, dan perburuan tradisional ikan paus di Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni.
Kini, dengan perhatian dan kolaborasi dari berbagai pihak, Desa Muruone berpotensi menjadi destinasi unggulan baru yang menggabungkan keindahan alam, kearifan lokal, dan semangat pelestarian budaya.