Kehadiran Erna Ruing sebagai figur yang peduli terhadap pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan ekonomi desa, memberikan dorongan moral bagi warga setempat.
Ia turut membantu menata kawasan mangrove dengan sentuhan estetika dan edukasi, termasuk mengembangkan lahan garam sebagai pelengkap atraksi wisata.
“Erna Ruing memberi kami semangat baru. Kami ingin menjadikan hutan mangrove ini sebagai kebanggaan Muruone, sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan dan warisan budaya,” tambah Fransiskus.
Baca Juga: Dua Belas Tahun Menembus Bukit Hada Kewa, Demi Hidup dan Harapan Warga Pedalaman
Selain hutan mangrove Muruone, Lembata telah lebih dahulu dikenal dengan destinasi-destinasi eksotis seperti pendakian Gunung Ile Werung di Desa Lerek, Dapur Alam Watuwawer, dan perburuan tradisional ikan paus di Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni.
Kini, dengan perhatian dan kolaborasi dari berbagai pihak, Desa Muruone berpotensi menjadi destinasi unggulan baru yang menggabungkan keindahan alam, kearifan lokal, dan semangat pelestarian budaya.
Artikel Terkait
Pencurian Siang Bolong di Sikumana, Siapa Sosok HU yang Ditangkap Polisi?
Kabar Duka: Suami Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf, Meninggal Dunia
Ribuan Anggota Grup Facebook 'Fantasi Sedarah' Diburu Polisi, Ada Dugaan Konten Anak di Bawah Umur!
Akhirnya Terbongkar! Uang Miliaran Raib dari RSUD Ende, Sosok FM Jadi Tersangka- Cuma Rp 67 Juta yang Tersisa!
Ramai Video TikTok 'Kapok ke Sini' di Sumba Barat Daya, Polisi Turun Tangan: Ini Faktanya!